OJK Bangun Dua Menara Baru Berteknologi Tinggi Ramah Lingkungan

- Pewarta

Selasa, 2 April 2019 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memulai pembangunan dua menara dengan teknologi tinggi yang ramah lingkungan (platinum green building) di pusat kota Jakarta dengan anggaran berasal dari iuran terhadap industri jasa keuangan.

“Ini adalah ‘platinum green building’ atau level tertinggi gedung ramah lingkungan. Pembiayaan gedung ini diambil dari pungutan terhadap industri jasa keuangan, sehingga kami harapkan gedung ini menjadi milik kita (regulator dan industri jasa keuangan) bersama,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Peresmian Penggunaan Barang Milik Negara untuk pembangunan Gedung Kantor Pusat OJK di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Setelah melewati periode pertama berdiri, OJK yang merupakan lembaga regulator dan pengawas industri jasa keuangan di Indonesia memang belum memiliki gedung sendiri. Selama ini OJK beroperasi di tiga gedung terpisah yang berlokasi di wilayah Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan Wisma Mulia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gedung baru OJK ini berlokasi di Distrik Pusat Bisnis Sudirman (Sudirman Central Business District/SCBD) Lot-1, Jakarta. Status wilayah tersebut hingga saat ini adalah barang milik negara yang dikelola Kementerian Keuangan.

Gedung baru OJK, kata Wimboh, juga akan menjadi lokasi untuk beberapa satuan kerja pemerintah, dan pemangku kepentingan di industri jasa keuangan seperti Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

“Ini akan menjadi bentuk sinergi untuk membangun dan mengembangkan industri jasa keuangan,” ujarnya.

OJK memang memiliki sumber pendanaan dari pungutan yang dibebankan terhadap pelaku industri jasa keuangan setiap tahunnya.

Pemanfaatan Barang Milik Negara ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan OJK sebagai lembaga strategis yang mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan sangat memerlukan gedung operasional.

“Ada nilai aset barang milik negara sebesar Rp107 triliun yang dikelola Kementerian Keuangan. Sebagian dimanfaatkan untuk gedung kantor dalam mendukung pelaksanaan tugas OJK untuk menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujar dia. (iap)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru