MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap perkasa, berhasil menguat 67,69 poin atau 0,97% ke posisi 7.044,07, meski aksi jual investor asing masih berlanjut.
Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi jual saham (net foreign sell) di seluruh pasar sebesar Rp 439,03 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp 354,64 miliar.
Kenaikan IHSG pada Selasa 21 Juni 2022 seiring dengan penguata mayoritas bursa Asia. Hal ini karena didorong sentimen positif bahwa kebijakan China lebih akomodatif untuk membantu mendukung pemulihan ekonomi negara itu dari dampak lockdown pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bank Sentral China (PBoC) membiarkan suku bunga pinjaman acuannya tidak berubah untuk menjaga keseimbangan kebijakan moneter terhadap ekonomi lainnya. Pemerintah China diprediksi akan memberikan lebih banyak stimulus pada sisa tahun ini.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor meningkat dengan sektor energi naik paling tinggi 1,97%, diikuti sektor infrastruktur dan sektor teknologi masing-masing naik 1,75% dan 1,72%.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.211.908 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,39 miliar lembar saham senilai Rp13,55 triliun. Sebanyak 352 saham naik, 190 saham menurun, dan 145 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 475,09 poin atau 1,84% ke 26.246,31, Indeks Hang Seng naik 395,68 poin atau 1,87% ke 21.559,59, dan Indeks Straits Times meningkat 21,08 poin atau 0,68% ke 3.117,48.







