MEDIA EMITEN – Harga minyak mentah berjangka rebound akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah optimisme atas kesepakatan plafon utang AS dan menjelang pertemuan OPEC+.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik US$ 2,01 atau 2,95% menjadi US$ 70,10 per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus meningkat US$ 1,68 atau 2,31% menjadi US$ 74,28 per barel di London ICE Futures Exchange.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua harga acuan pulih dari kerugian dua sesi berturut-turut mnyusul kemajuan kesepakatan plafon utang pemerintah AS untuk menghindari gagal bayar.
Harapan untuk Amerika Serikat menghindari gagal bayar utang “membantu pasar mengabaikan snapback besar dalam pasokan minyak mentah AS,” kata Flynn.
Stok minyak mentah komersial AS meningkat 4,5 juta barel minggu ke minggu dalam pekan yang berakhir 26 Mei, kontras dengan ekspektasi pasar untuk penurunan, menurut data yang dikeluarkan oleh Badani Informasi Energi AS, semalam.
Fokus pasar juga telah bergeser ke pertemuan 4 Juni Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, yang secara kolektif disebut OPEC+.
Baca Juga:
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
“Pertemuan OPEC+ akhir pekan ini mungkin mengarah pada sedikit kehati-hatian di sekitar level (harga rendah) tersebut, terutama mengingat peringatan ‘hati-hati’ dari menteri energi Saudi,” kata analis OANDA Craig Erlam.







