MEDIA EMITEN – Harga minyak naik hampir 1% pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menghentikan penurunan beruntun tiga hari. Jatuhnya dolar AS menyusul rilis inflasi yang lebih rendah dari perkiraan menjadi katalis bagi minyak.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember bertambah 64 sen atau 0,8% menjadi US$ 86,47 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari terangkat US$ 1,02 atau 1,1% menjadi US$ 93,67 per barel di London ICE Futures Exchange.
Penurunan tajam dalam mata uang AS membantu mendorong harga minyak. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, jatuh 2,12% menjadi 108,2 pada akhir perdagangan Kamis, setelah data menunjukkan indeks harga konsumen AS Oktober lebih rendah dari yang diharapkan. Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah tiga hari mengalami penurunan, minyak mentah berjangka menguat setelah data inflasi mendukung harapan investor bahwa Federal Reserve (Fed) akan meredam kenaikan suku bunga yang agresif yang dapat mendukung permintaan minyak.
“Ini bisa menjadi titik balik yang didambakan investor. Masih ada banyak rasa sakit di depan tetapi segalanya tiba-tiba terlihat sedikit lebih positif,” kata Analis Pasar Senior OANDA, Craig Erlam.
Indeks dolar yang jatuh lebih dari 2%, karena data ekonomi yang cerah juga memikat investor menjauh dari mata uang safe-haven dolar menuju aset-aset berisiko termasuk minyak. Melemahnya dolar membuat minyak dalam denominasi greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Pedagang juga terus mencerna data persediaan bahan bakar AS mingguan. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan Rabu bahwa persediaan minyak mentah komersial negara itu meningkat 3,9 juta barel selama pekan yang berakhir 4 November.
Baca Juga:
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
Menurut EIA, total stok bensin motor turun 0,9 juta barel dari minggu lalu, sementara persediaan bahan bakar sulingan turun 0,5 juta barel.






