Minyak Naik Hampir 1%, Dolar AS Jatuh

- Pewarta

Jumat, 11 November 2022 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Harga minyak menguat/Dok.

Foto ilustrasi: Harga minyak menguat/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga minyak naik hampir 1% pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menghentikan penurunan beruntun tiga hari. Jatuhnya dolar AS menyusul rilis inflasi yang lebih rendah dari perkiraan menjadi katalis bagi minyak.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember bertambah 64 sen atau 0,8% menjadi US$ 86,47 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari terangkat US$ 1,02 atau 1,1% menjadi US$ 93,67 per barel di London ICE Futures Exchange.

Penurunan tajam dalam mata uang AS membantu mendorong harga minyak. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, jatuh 2,12% menjadi 108,2 pada akhir perdagangan Kamis, setelah data menunjukkan indeks harga konsumen AS Oktober lebih rendah dari yang diharapkan. Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah tiga hari mengalami penurunan, minyak mentah berjangka menguat setelah data inflasi mendukung harapan investor bahwa Federal Reserve (Fed) akan meredam kenaikan suku bunga yang agresif yang dapat mendukung permintaan minyak.

“Ini bisa menjadi titik balik yang didambakan investor. Masih ada banyak rasa sakit di depan tetapi segalanya tiba-tiba terlihat sedikit lebih positif,” kata Analis Pasar Senior OANDA, Craig Erlam.

Indeks dolar yang jatuh lebih dari 2%, karena data ekonomi yang cerah juga memikat investor menjauh dari mata uang safe-haven dolar menuju aset-aset berisiko termasuk minyak. Melemahnya dolar membuat minyak dalam denominasi greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Pedagang juga terus mencerna data persediaan bahan bakar AS mingguan. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan Rabu bahwa persediaan minyak mentah komersial negara itu meningkat 3,9 juta barel selama pekan yang berakhir 4 November.

Menurut EIA, total stok bensin motor turun 0,9 juta barel dari minggu lalu, sementara persediaan bahan bakar sulingan turun 0,5 juta barel.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB