Mayoritas Saham Asia Melonjak Pasca Reli Wall Street

- Pewarta

Jumat, 14 Oktober 2022 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Indeks saham kawasan Asia mayoritas dibuka naik/Dok.

Foto ilustrasi: Indeks saham kawasan Asia mayoritas dibuka naik/Dok.

MEDIA EMITEN – Mayoritas saham di kawasan Asia-Pasifik melonjak pada hari Jumat, 14 Oktober 2022, pasca reli saham-saham di Wall Street menyambut musim laporan keuangan.

Nikkei 225 di Jepang naik 2,37% pada awal perdagangan, sedangkan Topix naik 1,74%.

Yen Jepang jatuh ke level terendah terhadap dolar AS sejak 1990 semalam sebelum memangkas kerugian, dan masih diperdagangkan di level 147.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Australia, S&P/ASX 200 naik 1,7%.

Kospi Korea Selatan menguat 1,74% dan Kosdaq naik 2,53%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,83%.

China akan melaporkan data inflasi dan perdagangan Jumat nanti.

PDB Singapura tumbuh 4,4% pada kuartal ketiga dan diperkirakan akan semakin memperketat kebijakan moneternya.

Di AS, data inflasi menunjukkan harga konsumen meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan September, dengan CPI naik 0,4% dari Agustus, dan 8,2% dari September tahun lalu. Inflasi inti meningkat lebih cepat di bulan September.

Saham memiliki sesi yang bergejolak tetapi akhirnya rebound untuk ditutup lebih tinggi, dengan masing-masing indeks utama naik lebih dari 2%.

Dow Jones Industrial Average melonjak 1.500 poin dari posisi terendah ke level tertinggi pada hari Kamis di AS.

“Investor ekuitas tampaknya memutuskan bahwa [laporan] inflasi AS yang lebih kuat hari ini masih tidak meniadakan ekspektasi penurunan tajam harga di masa depan,” Rodrigo Catril, ahli strategi mata uang di National Australia Bank, menulis dalam sebuah catatan Jumat.

Dia menambahkan bahwa reli bisa saja merupakan hasil dari short-covering.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru