Mayoritas Saham Asia Dibuka Menguat, Meski Dibayangi Inflasi Tinggi

- Pewarta

Rabu, 26 Oktober 2022 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIA EMITEN – Mayoritas saham di kawasan Asia-Pasifik dibuka menguat pada Rabu. 26 Oktober 2022, menyusul reli Wall Street karena pasar menangkap sinyal The Fed berpotensi menjadi kurang agresif.

Meski demikian, bayangan inflasi tinggi mengantui pasar, sebab indeks harga konsumen tahunan Australia mencapai yang tertinggi sejak Desember 1990.

Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,34% menjelang laporan sebelum diperdagangkan hampir datar. Dolar Australia naik mendekati $0,6400 karena investor mencerna data inflasi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nikkei 225 di Jepang naik 0,87% di awal perdagangan, dan Topix naik 0,79%.

Kospi Korea Selatan naik 0,2% dan Kosdaq 0,3% lebih rendah.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang sedikit lebih tinggi.

Pasar India tutup untuk liburan.

Dalam berita perusahaan, Standard Chartered, Ping An, dan SK Hynix termasuk di antara perusahaan yang dijadwalkan untuk melaporkan pendapatan pada hari Rabu.

Semalam di AS, indeks utama naik untuk sesi ketiga berturut-turut karena imbal hasil obligasi turun. Dow Jones Industrial Average ditutup 337,12 poin lebih tinggi, atau sekitar 1,1%, menjadi berakhir pada 31.836,74. S&P 500 naik 1,6%, ditutup pada 3.859,11. Nasdaq Composite naik 2,2%, mendarat di 11.199,12.

“Pasar rebound semalam didorong oleh laporan pendapatan yang lebih baik dan spekulasi bahwa siklus pengetatan kebijakan moneter mungkin mendekati akhir,” tulis analis dalam catatan ANZ Research.

Ia menambahkan bahwa penurunan kepercayaan konsumen dan harga rumah menunjukkan bahwa kebijakan pengetatan mungkin mulai mengurangi permintaan.

Inflasi di Australia meningkat menjadi 7,3% pada kuartal ketiga dari tahun lalu, menurut data dari Biro Statistik Australia. Itu tingkat tercepat sejak Desember 1990, menurut data Eikon.

Harga naik 6,1% pada kuartal kedua, dan analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan harga akan naik 7% pada kuartal ini.

“Empat kuartal terakhir telah melihat kenaikan kuartalan yang kuat didukung oleh harga yang lebih tinggi untuk konstruksi tempat tinggal baru, bahan bakar otomotif dan makanan,” kata Biro Statistik Australia dalam pernyataannya.

Pada basis triwulanan, indeks harga konsumen naik 1,8%, lebih dari prediksi jajak pendapat Reuters tentang kenaikan 1,6%.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru