LPS Perkirakan Pertumbuhan Simpanan Bank 7,2 Persen

- Pewarta

Rabu, 31 Oktober 2018 - 02:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) atau simpanan perbankan menjadi hanya 7,2 persen dari proyeksi sebelumnya di delapan persen untuk keseluruhan 2018.

Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan di Jakarta, Selasa (30/10/2018), mengatakan seretnya pertumbuhan DPK atau simpanan sebagai pendanaan perbankan itu, di antaranya, karena kompetisi perebutan penghimpunan dana dengan instrumen obligasi, berakhirnya dana masuk akibat kebijakan amnesti pajak, dan dampak dari ketidakpastian di pasar keuangan global.

“Kami revisi dari delapan persen, menjadi 7,2 persen,” kata Fauzi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut data LPS, bank menengah atau bank dengan modal inti Rp5 triliun-Rp30 triliun (Bank BUKU III) menjadi bank yang paling menderita perlmabatan pertumbuhan DPK. Per September 2018, pertumbuhan DPK Bank BUKU III turun drastis hingga hanya 2,9 persen dari September 2017 yang sebesar 9,9 persen.

Sementara total pertumbuhan DPK industri perbankan per September 2018 hanya 6,6 persen dari periode sama tahun lalu di 11,7 persen.

Oleh karena bank menengah atau Bank BUKU III yang paling menghadapi likuditas ketat, kelompok bank itu juga telah menaikkan suku bunga spesial depsoitonya (special rate) hingga mencapai 7,17 persen. Angka itu hampir sama dengan perbankan dengan modal yang lebih kecil dibanding mereka yakni Bank BUKU II yang sebesar 6,91 persen dan Bank BUKU I yang sebesar 9,9 persen. Sedangkan suku bunga spesial deposito rata-rata industri perbankan adalah 7,02 persen.

Dengan kondisi likuiditas yang cukup ketat ini, LPS memperkirakan kenaikan suku bunga simpanan akan terus berlanjut.
Sementara untuk pertumbuhan kredit, LPS menaikkan proyeksinya menjadi 11,5 persen dari sebelumnya 10 persen di keseluruhan tahun.
“Untuk tahun depan atau 2019, pertumbuhan kredit bisa mencapai 12,4 persen,” ujar dia. (iap)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru