Laba BBNI Tumbuh 17%

- Pewarta

Selasa, 25 Juli 2023 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laba BBNI tumbuh 17% pada semester I-2023 menjadi Rp 10,3 triliun/IST.

Laba BBNI tumbuh 17% pada semester I-2023 menjadi Rp 10,3 triliun/IST.

MEDIA EMITEN PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membukukan laba bersih Rp 10,3 triliun pada semester I-2023 atau tumbuh 17% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/ yoy).

“Pencapaian ini diperoleh dengan tetap mengedepankan pertumbuhan bisnis yang selektif dan prudent untuk menghasilkan pendapatan jangka panjang yang optimal,” jelas Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, di Jakarta Selasa 25 Juli 2023.

Royke menjelaskan, program serta solusi yang ditawarkan BNI telah berdampak pada kemampuan perseroan untuk mencetak kinerja positif pada semester I-2023. Hal ini diikuti dengan strategi bisnis yang konsisten kepada segmen potensial, serta optimalisasi digital.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kinerja fungsi intermediasi yang optimal, kualitas aset yang terus membaik, pertumbuhan Current Account Saving Account (CASA) yang sehat, serta struktur permodalan yang kuat adalah fondasi utama BNI untuk terus melakukan ekspansi bisnis sambil tetap memperkuat daya tahan terhadap risiko yang dihadapi.

Data laporan keuangan semester 1 2023 BBNI yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), mencatat pendapatan bunga bersih meningkat 5,05% dibanding semester 1 2022 menjadi Rp 20,601 triliun.

Ditambah pendapatan premi dan hasil investasi yang meningkat 10,4% menjadi Rp782,35 miliar.

Namun, pendapatan operasional lainnya menyusut 7,9% dibanding semester 1 2022 menjadi Rp 8,708 triliun.

Meski total beban operasional lainnya bengkak 2,06% menjadi Rp12,791 triliun, namun laba operasional naik 17,9% menjadi Rp12,789 triliun.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru