Ini Tujuan PT Adi Sarana Armnada Siapkan Rp1,6 T

- Pewarta

Rabu, 12 Juni 2019 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp1,6 triliun untuk membeli 6.500 unit armada baru.

Alokasi tersebut demi mengincar pendapatan meningkat 9,55% menjadi Rp2 triliun di tahun ini dari tahun lalu sebesar Rp1,86 triliun. Langkah perseroan tersebut seiring dengan giatnya pembangunan infrastruktur dari pemerintah akan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru. Tren ini harus memberikan dampak positif bagi bisnis perseroan.

“Terciptanya pusat-pusat ekonomi baru di daerah merupakan peluang bagi ASSA sebagai korporasi penyedia jasa transportasi dan logistik terintegrasi. Sebab di dalamnya akan muncul permintaan sewa mobil dan jasa logistik,” kata Presiden Komisaris ASSA, Erida.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas pelayanan, peningkatan korporasi sebagai mitra tersebut diikuti dengan bertambahnya armada yang dikelola ASSA dari 20.880 kendaraan pada 2017 menjadi 23.645 kendaraan pada 2018. Jumlah pengemudi naik dari 4.478 orang pada 2017 menjadi 4.668 orang pada 2018.

Di tengah permintaan pasar yang terus tumbuh, perusahaan mengambil langkah menambah armada baru sebanyak 2.765 mobil. Penambahan armada itu kemudian diikuti dengan peningkatan jumlah pengemudi.

“Kami menyadari bahwa penambahan jumlah armada dan sopir tersebut tidak serta merta menaikkan pertumbuhan perusahaan secara cepat karena ekspansi ASSA lebih banyak untuk melayani korporasi,” jelasnya.

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) didirikan tanggal 17 Desember 1999 dengan nama PT Quantum Megahtama Motor dan memulai kegiatan komersial pada tahun 2003.

Adi Sarana Armada Tbk merupakan bagian dari Grup Triputra yang mulai beroperasi pada tahun 2003 dengan merek Adira Rent dan kemudian berubah menjadi ASSA Rent pada tahun 2010. Grup Triputra merupakan kelompok usaha yang dikelola dan dimiliki oleh Theodore Permadi Rachmat, dahulu Direktur Utama Astra International Tbk (ASII) (1984-2002).

Grup Triputra bergerak di berbagai sektor usaha antara lain agribisnis, manufaktur, pertambangan dan jasa perdagangan.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Adi Sarana Armada Tbk, antara lain: PT Adi Dinamika Investindo (pengendali utama) (24,94%), PT Daya Adicipta Mustika (pengendali) (19,17%), Ir. Teodore Permadi Rachmat (pengendali) (6,73%) dan Prodjo Sunarjanto SP (direksi) (9,71%).

Ruang lingkup kegiatan bisnis ASSA adalah menjalankan jasa penyewaan kendaraan bermotor/alat transportasi darat, jual beli kendaraan bekas, jasa pengurusan transportasi/logistik (PT Adi Sarana Logistik), balai lelang (PT Adi Sarana Lelang), dan jasa penyediaan juru mudi (PT Duta Mitra Solusindo). (*)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru