IMF-WB – Pemerintah Terus Upayakan Alternatif Pembiayaan Infrastruktur

- Pewarta

Selasa, 9 Oktober 2018 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Tanjung Beno – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah terus mengupayakan skema inovatif melengkapi pembiayaan konservatif dari APBN untuk membantu mengatasi permasalahan pembiayaan dalam membangun infrastruktur.

“Kita perlu terus menggali paradigma baru dalam pendanaan infrastruktur,” kata Darmin dalam acara Indonesia Investment Forum, sebagai rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 di Bali, Selasa (9/10/2018).

Hingga saat ini, pemerintah telah menerbitkan berbagai produk keuangan inovatif untuk infrastruktur, misalnya, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA), Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT), dan Komodo Bond.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah juga mendorong penerbitan instrumen pembiayaan infrastruktur alternatif lainnya, seperti Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) dan Obligasi Pemerintah Daerah. Peraturan untuk skema konsesi terbatas (limited concession scheme/LCS) juga tengah dikembangkan.

Darmin melanjutkan bahwa pemerintah juga telah mengeluarkan peraturan yang bertujuan meningkatkan kepercayaan bagi investor dengan menyediakan kemudahan dan berbagai alternatif transaksi lindungi nilai terhadap risiko nilai tukar rupiah.

Beberapa contohnya adalah call spread options dan domestic non-deliverable forward yang baru diperkenalkan.

“Terlepas dari inisiatif-inisiatif tersebut, pemerintah menyadari bahwa kerja sama dengan dunia internasional juga masih diperlukan untuk terus mengembangkan skema pembiayaan infrastruktur yang inovatif,” ujar Darmin.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dijelaskan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur antara lain 1.800 kilometer jalan tol, 2.159 kilometer kereta api antarkota, 24 pelabuhan baru, 15 bandara baru, dan pembangkit 35.000 MW.

Pemerintah juga menetapkan Proyek Strategis Nasional (PSN) terdiri atas 223 proyek dan tiga program dengan perkiraan total nilai investasi sebesar 307,4 miliar dolar AS.

Data per Juni 2018 menunjukkan bahwa 32 proyek telah selesai dan 44 PSN sedang dalam operasi parsial. Selain itu, pembangkit listrik yang telah beroperasi sebesar 2.278 MW dari target 35 GW.

Perkiraan total nilai investasi sebesar 307,4 miliar dolar AS untuk PSN diharapkan lebih dari 50 persen pendanaannya berasal dari sektor swasta.

“Salah satu fokus utama untuk menarik sektor swasta adalah dengan adanya skema public private partnership (PPP). Pemerintah terus mendukung dari aspek fiskal, regulasi, maupun kelembagaan,” kata Darmin.

Dari sisi fiskal, pemerintah telah menyiapkan dana dukungan tunai infrastruktur (viability gap fund), pembayaran secara berkala (availability payment), dan jaminan.

Kemudian dari aspek regulasi, pemerintah memiliki Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional untuk memandu proses PPP dan Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang penggunaan aset negara untuk proyek PPP.

Sementara soal kelembagaan, pemerintah telah membentuk Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) untuk debottlenecking, PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) untuk mengeksekusi fasilitas pengembangan proyek, dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) untuk memberikan jaminan pemerintah.

Baca juga: IMF-WBG – Rini tawarkan 80 proyek BUMN dalam Indonesia Investment Forum (R031). (cal)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru