IMF-WB – Menkeu : RI Tuan Rumah Bukan untuk Berutang

- Pewarta

Senin, 8 Oktober 2018 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menolak tegas tudingan yang menyatakan Indonesia berniat mendapatkan utang dengan cara menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia Bank (IMF-WB) 2018.

“Tudingan itu sangat tidak mendasar, karena itulah publik perlu diberikan pemahaman yang benar. IMF itu tidak akan memberikan utang kepada negara yang tidak mengalami krisis, karena mandat IMF itu memang untuk negara yang krisis, itu pun jika diminta,” kata Sri Mulyani dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Senin (8/10/2018).

Menurutnya, IMF berfungsi seperti layaknya koperasi yang memberikan pinjaman sementara untuk menyelamatkan perekonomian anggotanya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa saat ini Indonesia tidak dalam keadaan krisis.

“Perbankan kita terjaga dengan sehat, GDP kita masih tumbuh sekitar 5 persen, defisit APBN menurun, inflasi terjaga rendah, dan moneter stabil. Kami meyakini bila fleksibilitas ekonomi bisa kita jaga, maka kita bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan ekonomi global yang terjadi saat ini,” tambah mantan Managing Director Bank Dunia tersebut.

IMF-WB 2018 yang dilangsungkan di Nusa Dua, Bali pada 8-15 Oktober 2018 merupakan pertemuan terbesar dunia dalam bidang ekonomi.

Hadir dalam pertemuan itu para pemimpin lembaga keuangan dunia, menteri-menteri yang membidangi urusan ekonomi dan moneter, serta pengusaha-pengusaha dari berbagai sektor usaha.

Indonesia menjadi negara ke-4 di Asia yang terpilih menjadi tuan rumah IMF-WB 2018, setelah Singapura, Thailand, dan Filipina. Proses pemilihan sebagai tuan rumah dimulai sejak Indonesia mengajukan proposal pada September 2014 hingga penetapan pada kuartal akhir 2015.

IMF-WB 2018 di Bali ini disebut-sebut sebagai yang terbesar dibandingkan kegiatan yang sama sebelumnya dari sisi jumlah peserta. Melibatkan lebih dari 30 ribu peserta yang terdiri atas 5000-an delegasi dan lebih dari 25 ribu non delegasi dari 189 negara.

Indonesia sebagai tuan rumah mencoba menjadikan perhelatan ini untuk memberikan dampak positif sebanyak-banyaknya bagi bangsa.

Dari sisi dampak langsung, Bappenas memperkirakan akan ada pemasukan lebih dari satu triliun rupiah yang berasal dari belanja para peserta. (roy)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Elong Hotel Technology Perkuat Strategi “Eco-Going Global”

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:24 WIB