MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 27,31 poin atau 0,3% ke posisi 6.914,5 pada akhir perdagangan Rabu 15 Februari 2023. Koreksi IHSG mengikuti pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia dan global.
Di tengah pelemahan IHSG, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 386,89 miliar di seluruh pasar dan Rp 417,96 miliar di pasar reguler.
Net sell terbanyak terjadi pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 140,97 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 91,79 Miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 81,52 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 65,16 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 45,88 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun di sejumlah saham asing melakukan pembelian dengan mencatatkan net foreign buy terbanyak pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 110,89 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 49,51 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 36,91 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 23,02 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 22,63 miliar.
Pergerakan IHSG hari ini masih konsolidasi wajar di tengah fluktuasi harga komoditas. Dari eksternal, Amerika Serikat (AS) telah melaporkan inflasi periode Januari 2023 berada di level 6,4 persen year on year (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan perkiraan konsensus yang sebesar 6,2% yoy.
Sentimen dari domestik adalah rilis neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surlus US$ 3,87 miliar pada Januari 2023, dengan nilai ekspor mencapai US$ 22,31 miliar atau naik 16,37% ( yoy) dan impor untuk periode yang sama mencapai US$ 18,44 miliar.
Di sisi lain, pasar masih menantikan menantikan agenda Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Kamis (16/1), yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%.
Baca Juga:
WALOVI Perluas Jangkauan di ASEAN, Gandeng Hong Xin Da untuk Perkuat Distribusi Produk di Singapura
Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan di Hong Kong, DFSK Percepat Ekspansi Global
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat dimana sektor kesehatan paling tinggi yaitu 0,3%, diikuti sektor barang konsumen primer yang naik 0,09%.
Sedangkan sembilan sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 1,29%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor properti masing-masing minus 1,25% dan minus 0,91%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KKES, TRIS, ESTA,MEDS, dan BRIS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BPTR, WMUU, TRUK, BSBK, dan SLIS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.070.799 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,10 miliar lembar saham senilai Rp9,15 triliun. Sebanyak 189 saham naik, 311 saham menurun, dan 206 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
TMGM Rambah Dunia Esports, Berkolaborasi dengan OG Esports sebagai Mitra Global
Wafra Dinobatkan Sebagai World’s Best Islamic Fund Manager 2026
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei turun 100,90 poin atau 0,37% ke 27.501,9, indeks Hang Seng turun 301,59 poin atau 1,43% ke 20.812,1, indeks Shanghai melemah 12,79 poin atau 0,39% ke 3.280,4, dan indeks Strait Times terkoreksi 37,70 poin atau 1,14% ke 3.280,5.







