MEDIA EMITEN – Meski mayoritas indeks saham regional turun menyusul sikap hawkish The Fed setelah menaikkan suku bunga acuannya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di atas level psikologis 7.000.
Pada penutupan perdagangan Kamis 3 November 2022, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 18,88 poin atau 0,27% ke posisi 7.034,57. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,21 poin atau 0,22% ke posisi 1.001,31.
Fokus pasar masih pada sentimen global dimana Gubernur The Fed Jerome Powell memberikan sinyal yang memperingatkan ketidakpastian yang luas tetap membayangi dan suku bunga bisa berakhir lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya, serta terlalu dini untuk berbicara jeda kenaikan suku bunga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaku pasar berharap pada bulan selanjutnya The Fed dapat mengurangi agresivitas dalam kebijakan moneternya, namun demikian Powell mengisyaratkan bahwa suku bunga dapat mencapai puncak lebih tinggi.
Dari dalam negeri, penguatan IHSG ditopang rilis data keuangan emiten yang positif dan optimisnya output produksi yang menunjukkan tren menguatnya permintaan dalam negeri dan ekspor.
Dibuka melemah, tak berselang lama IHSG menguat hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di zona hijau hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor terkoreksi dengan sektor infrastruktur turun paling dalam 0,36%, diikuti sektor barang baku dan sektor kesehatan masing-masing turun 0,22% dan 0,17%.
Sedangkan enam sektor meningkat dengan sektor teknologi naik paling tinggi 1,07%, diikuti sektor energi dan sektor transportasi & logistik masing-masing naik 1,04% dan 0,87%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PBRX, PICO, BANK, HDIT, dan WINS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni UFOE, MARI, BKDP, GZCO, dan JMAS.
Pada perdagangan hari ini, investor asing melakukan aksi jual (net foreign sell) sebesar Rp 366,46 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp189,12 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.155.665 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,89 miliar lembar saham senilai Rp 12,31 triliun. Sebanyak 248 saham naik, 280 saham menurun, dan 164 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
WALOVI Perluas Jangkauan di ASEAN, Gandeng Hong Xin Da untuk Perkuat Distribusi Produk di Singapura
Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan di Hong Kong, DFSK Percepat Ekspansi Global
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Hang Seng turun 487,68 atau 3,08% ke 15.339,49, Indeks Shanghai melemah 5,56 poin atau 0,19% ke 2.997,81, dan Indeks Straits Times terkoreksi 46,3 poin atau 1,47% ke 3.094,83.








