IHSG Anjlok di Bawah Level Psikologis 7.000

- Pewarta

Senin, 13 Juni 2022 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia /Dok

Foto ilustrasi: pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia /Dok

MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ditutup anjlok 91,21 poin atau 1,29% di bawah level psikologis 7.000 ke posisi 6.995,44.

Lonjakan inflasi AS memicu kekhawatiran Bank Sentral AS (The Fed) akan menaikkan suku bunga lebih agresif pada pekan ini. Penurunan IHSG seiring dengan jatuhnya saham-saham Asia.

Mayoritas bursa saham regional Asia ditutup turun, antara lain Indeks Nikkei melemah 836,85 poin atau 3,01% ke 26.987,44, Indeks Hang Seng turun 738,6 poin atau 3,39% ke 21.067,58, dan Indeks Straits Times terkoreksi 41,54 poin atau 1,31% ke 3.140,19.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (10/6) bahwa indeks harga konsumen AS naik 8,6% pada Mei (yoy), kenaikan tertinggi sejak Desember 1981 dan di atas konsensus 8,3%.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor terkoreksi dengan sektor transportasi & logistik turun paling dalam 3,45%, diikuti sektor teknologi dan sektor energi masing-masing turun 3,43%, dan 3,05%.

Di tengah penurunan tajam IHSG, sejumlah saham mengalami penguatan terbesar diantaranya KIOS, WINR, BIMA, YELO, RMKE. Sedangkan, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar diantaranya ADRO, DOID, MDLN, PTDU, SCMA.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp376,82 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp299,85 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.578.642 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,94 miliar lembar saham senilai Rp16,76 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 484 saham menurun, dan 117 tidak bergerak nilainya.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru