MEDIA EMITEN –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 159,4 poin atau 2,34% ke level 6.653,84 pada akhir perdagangan Kamis 5 Januari 2023. IHSG terjungkal sendirian saat mayoritas bursa saham regional Asia ditutup di zona hijau.
Harga saham-saham unggulan kembali rontok dengan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 18,87 poin atau 2,03% ke posisi 909,66.
Padahal, saham-saham di kawasan regional menghijau antara lain Indeks Nikkei menguat 103,9 atau 0,4% ke 25.820,8, Indeks Hang Seng naik 259,06 atau 1,25% ke 21.052,17, Indeks Shanghai meningkat 31,7 poin atau 1,01% ke 3.155,22, dan Indeks Strait Times menguat 43,3 poin atau 1,34% ke 3.285,76.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penurunan harga komoditas ditambah sentimen China yang berencana membuka kembali impor batu bara dari Australia, membuat saham sektor energi banyak yang terkena auto reject bawah (ARB) dan kemudian menyeret saham-saham lainnya.
Selain itu, pelemahan indeks juga dipengaruhi sinyal hawkish bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), dalam kebijakan moneternya untuk beberapa waktu ke depan guna menurunkan angka inflasi sesuai target dua persen.
Bersamaan dengan itu, investor asing terus keluar dari pasar modal Indonesia dengan mencatatkan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 808,57 miliar di semua pasar dan Rp 642,92 miliar di pasar reguler.
Selain itu katalis negatif berikutnya bagi IHSG yakni adanya potensi resesi dan perlambatan ekonomi global, di mana proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) untuk 2023 hanya sebesar 2,7% dibandingkan 3,2% pada 2022.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dengan sektor energi turun paling dalam 5,48%, diikuti sektor teknologi dan sektor barang baku masing-masing turun 2,83% dan 2,62%. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor kesehatan sebesar 0,45%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu UNTR, MREI, RDTX, CPIN, dan MIKA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni MKPI, ITMG, BYAN, GGRM, dan TCPI.
Baca Juga:
WALOVI Perluas Jangkauan di ASEAN, Gandeng Hong Xin Da untuk Perkuat Distribusi Produk di Singapura
Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan di Hong Kong, DFSK Percepat Ekspansi Global
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.305.327 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,16 miliar lembar saham senilai Rp14,23 triliun. Sebanyak 90 saham naik, 518 saham menurun, dan 94 tidak bergerak nilainya.






