MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok 145,15 poin atau 2,14% ke posisi 6.641,8 pada perdagangan Selasa 14 Maret 2023.
Kejatuhan IHSG diiringan dengan aksi jual saham oleh investor asing. Berdasarkan data RTI, investor asing mencatatkan jual bersih (net foreign sell) Rp 1,33 triliun di seluruh pasar dan Rp 1,46 triliun di pasar reguler.
Net sell terbanyak terjadi pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 369,67 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 359,21 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 324,05 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 222,13 miliar, dan PT Adaro Energi Indonesia Tbk (ADRO) Rp 74,70 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebaliknya pembelian bersih (net foreign buy) terjadi pada saham PT Sinarmas Multi Artha Tbk (SMMA) Rp 78,94 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 51,50 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 29,12 miliar, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) Rp 21,11 miliar, dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) sebanyak Rp 17,57 miliar.
Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 22,46 poin atau 2,39% ke posisi 917,3.
Sentimen krisis Silicon Valley Bank (SVB) masih menjadi perhatian pasar sehingga mendorong pelaku pasar berhati-hati di tengah kekhawatiran akan berdampak risiko sistemik keuangan.
Di sisi lain, pasar tampaknya berspekulasi atas runtuhnya SVB Bank membuat The Fed akan memperlambat kenaikan suku bunganya agar mengurangi potensi terjadinya krisis keuangan dan ekonomi yang lebih luas.
Baca Juga:
WALOVI Perluas Jangkauan di ASEAN, Gandeng Hong Xin Da untuk Perkuat Distribusi Produk di Singapura
Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan di Hong Kong, DFSK Percepat Ekspansi Global
Selain itu, pasar juga menanti laporan data inflasi AS yang tentunya akan menjadi pertimbangan The Fed sehubungan suku bunga acuannya.
Berdasarkan sebelas Indeks Sektoral IDX-IC, hamir semua sektor melemah di mana sektor transportasi dan logistik paling dalam sebesar 3,93%, diikuti sektor teknologi dan sektor energi yang turun masing-masing 3,07% dan 2,94%.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MTSM, CUAN, SDMU, FORU dan AYLS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SRTG, BSML, MTWI, MEDC, dan SCMA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.318.088 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,49 miliar lembar saham senilai Rp11,52 triliun. Sebanyak 101 saham naik, 478 saham menurun, dan 146 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 611,00 poin atau 2,2% ke 27.222,0, indeks Hang Seng melemah 448,01 poin atau 2,27% ke 19.247,9, indeks Shanghai melemah 23,39 poin atau 0,7% ke 3.245,3, dan indeks Strait Times melemah 4,64 poin atau 0,15% ke 3.127,7.






