IHSG Anjlok 1,87%, Tertekan Aksi Ambil Untung

- Pewarta

Jumat, 16 September 2022 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Anjlok 1,87%, Tertekan Aksi Ambil Untung

Foto ilustrasi: pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia /Dok

MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 136,73 poin atau 1,87% ke level 7.168,87 pada akhir pekan, Jumat 16 September 2022. Pemodal besar melakukan aksi ambil (profit taking) setelah IHSG mencatatkan all time high, kemarin.

Sentimen negatif dari Wall Street terkait melonjaknya yield obligasi AS, karena ekspektasi The Fed akan hawkish disertai koreksi harga komoditas seiring penguatan dolar AS menjadi pendorong pelaku pasar melakukan aksi jual untuk merealisasikan keuntungannya.

Di pasar reguler, investor asing tercatat melakukan aksi jual (net foreign sell) sebesar Rp 961,29 miliar. Namun di pasar negosiasi ada aksi beli oleh asing sehingga di seluruh pasar masih membukukan beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp1,94 triliun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham-saham bluechip menjadi sasaran aksi ambil untung. Top foreign sell terjadi pasa saham BBCA, HEAL, BBRI, TLKM, MDKA, ADRO, dan PTBA. Sedangkan net foreign buy dilakukan pasa saham BMRI, SMGR, SIDO, AVIA, EMTK, KLBF, dan TPIA.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dimana sektor energi turun paling dalam yaitu minus 2,14%, diikuti sektor keuangan dan sektor perindustrian masing-masing minus 1,88% dan minus 1,59%. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor barang baku sebesar 0,06%.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu UNIQ, OBMD, INDX, KEEN, dan KKES. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GOTO, LPKR, CARS, BKSL, dan DEWA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.633.061 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,32 miliar lembar saham senilai Rp27,31 triliun. Sebanyak 156 saham naik, 414 saham menurun, dan 128 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 308,26 poin atau 1,11% ke 27.567,65, indeks Hang Seng turun 168,69 poin atau 0,89% ke 18.761,69, dan indeks Straits Times meningkat 0,31 poin atau 0,01% ke 3.268,29.

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru