MEDIA EMITEN –Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu 13 Juli 2022 ditutup anjlok 77,3 poin atau 1,15% ke posisi 6.640,99. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 13,06 poin atau 1,38% ke posisi 936,44.
Kekhawatiran resesi menyusul lonjakan inflasi membuat pelaku pasar banyak yang melepas aset-aset berisiko. Investor cenderung menempatkan dananya di dolar AS yang dianggap safe heaven, mengakibatkan harga komoditas seperti minyak mentah, timah, nikel, dan kertas turun tajam.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam 1,77%, diikuti sektor barang konsumen non-primer dan sektor energi masing-masing turun 1,31% dan 1,05%. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor barang baku sebesar 0,06%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak melemah. Saham-saham yang mendominasi penguatan yaitu UNTR, BRPT, BFIN, TPIA, CPIN. Sedangkan saham-saham yang mendominasi pelemahan yakni BBCA, ASII, GOTO, TLKM, BBRI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.103.899 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,03 miliar lembar saham senilai Rp10,69 triliun. Sebanyak 172 saham naik, 331 saham menurun, dan 181 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia bergerak variatif, antara lain Indeks Nikkei menguat 142,11 poin atau 0,54% ke 26.478,77, Indeks Hang Seng turun 46,79 poin atau 0,22% ke 20.797,95, dan Indeks Straits Times terkoreksi 17,08 poin atau 0,54% ke 3.128,69.






