MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 43,78 poin atau 0,64% ke level 6.813,6 pada akhir perdagangan Jumat 3 Maret 2023. IHSG tampil beda saat mayoritas bursa Asia rerata menguat.
Bursa saham regional Asia sore ini, antara lain indeks Nikkei menguat 428,60 poin atau 1,56% ke 27.927,5, indeks Hang Seng menguat 138,07 poin atau 0,68% ke 20.567,5, indeks Shanghai melemah 17,74 poin atau 0,54% ke 3.328,3, dan indeks Strait Times menguat 3,28 poin atau 0,10% ke 3.231,6.
Berdasarkan data RTI, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp 605,83 miliar di seluruh pasar, dan Rp 688,69 miliar di pasar reguler.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,18 poin atau 0,86% ke posisi 938,9.
Net foreign sell terbesar melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 440,35 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 176,35 miliar, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 125,46 miliar, PT Astra Internatioal Tbk (ASII) Rp 55,87 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 48,68 miliar.
Dari sisi sentimen, dikabarkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan relaksasi pasar modal yang berakhir pada 31 Maret 2023 dan akan kembali normal pada 1 April 2023. Selain itu, pelaku pasar masih menanti beberapa rilis kinerja emiten.
Dari eksternal, pasar bersiap menanti pemimpin Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang akan menyampaikan testimoni pada pekan depan. Selain itu, pasar bersiap menantikan dividen setelah beberapa perusahaan merilis kinerja sepanjang tahun 2022.
Baca Juga:
WALOVI Perluas Jangkauan di ASEAN, Gandeng Hong Xin Da untuk Perkuat Distribusi Produk di Singapura
Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan di Hong Kong, DFSK Percepat Ekspansi Global
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat dimana sektor teknologi paling tinggi yaitu 0,8%, diikuti sektor infrastruktur yang naik sebesar 0,49%.
Sedangkan sembilan sektor terkoreksi dimana sektor transportasi turun paling dalam minus 1,37%, diikuti sektor barang baku konsumen dan sektor industri yang masing-masing minus 1,13% dan 0,79%.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar, yaitu MKTR, TRIS, PTIS, BDKR dan ZATA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni LAJU, UFOE, FWCT, AMRT, dan BOSS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.180.042 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,72 miliar lembar saham senilai Rp8,36 triliun. Sebanyak 215 saham naik, 292 saham menurun, dan 225 tidak bergerak nilainya.






