IHSG Anjlok 0,64% Saat Mayoritas Bursa Asia Menguat

- Pewarta

Jumat, 3 Maret 2023 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi:  IHSG turun meninggalkan level 7.000/Dok

Foto ilustrasi: IHSG turun meninggalkan level 7.000/Dok

MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 43,78 poin atau 0,64% ke level 6.813,6 pada akhir perdagangan Jumat 3 Maret 2023. IHSG tampil beda saat mayoritas bursa Asia rerata menguat.

Bursa saham regional Asia sore ini, antara lain indeks Nikkei menguat 428,60 poin atau 1,56% ke 27.927,5, indeks Hang Seng menguat 138,07 poin atau 0,68% ke 20.567,5, indeks Shanghai melemah 17,74 poin atau 0,54% ke 3.328,3, dan indeks Strait Times menguat 3,28 poin atau 0,10% ke 3.231,6.

Berdasarkan data RTI, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp 605,83 miliar di seluruh pasar, dan Rp 688,69 miliar di pasar reguler.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,18 poin atau 0,86% ke posisi 938,9.

Net foreign sell terbesar melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 440,35 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 176,35 miliar, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 125,46 miliar, PT Astra Internatioal Tbk (ASII) Rp 55,87 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 48,68 miliar.

Dari sisi sentimen, dikabarkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan relaksasi pasar modal yang berakhir pada 31 Maret 2023 dan akan kembali normal pada 1 April 2023. Selain itu, pelaku pasar masih menanti beberapa rilis kinerja emiten.

Dari eksternal, pasar bersiap menanti pemimpin Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang akan menyampaikan testimoni pada pekan depan. Selain itu, pasar bersiap menantikan dividen setelah beberapa perusahaan merilis kinerja sepanjang tahun 2022.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat dimana sektor teknologi paling tinggi yaitu 0,8%, diikuti sektor infrastruktur yang naik sebesar 0,49%.

Sedangkan sembilan sektor terkoreksi dimana sektor transportasi turun paling dalam minus 1,37%, diikuti sektor barang baku konsumen dan sektor industri yang masing-masing minus 1,13% dan 0,79%.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar, yaitu MKTR, TRIS, PTIS, BDKR dan ZATA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni LAJU, UFOE, FWCT, AMRT, dan BOSS.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.180.042 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,72 miliar lembar saham senilai Rp8,36 triliun. Sebanyak 215 saham naik, 292 saham menurun, dan 225 tidak bergerak nilainya.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru