Harga Emas Turun Seiring Penguatan Dolar dan Kenaikan Saham

- Pewarta

Rabu, 27 Maret 2019 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange mundur pada akhir perdagangan Rabu pagi (27/3/2019), karena para investor mengunci keuntungan menyusul penguatan dolar AS dan kenaikan saham-saham di Wall Street.

Emas yang paling aktif untuk penyerahan April, turun 7,60 dolar AS atau 0,57 persen, menjadi ditutup pada 1.315,00 dolar AS per ounce.

Perak untuk pengiriman Mei turun 13,8 sen AS atau 0,89 persen, menjadi ditutup pada 15,429 dolar AS per ounce. Sementara itu, platinum untuk pengiriman April, naik 2,10 dolar AS atau 0,24 persen, menjadi menetap di 859,80 dolar AS per ounce.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data ekonomi yang suram dari negara-negara Eropa utama dan prospek berhati-hati Federal Reserve (Fed) AS untuk ekonomi AS menyebabkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global, meningkatkan aset-aset safe haven seperti emas secara signifikan selama sesi sebelumnya.

Pada Selasa (26/3), indeks-indeks utama Wall Street rebound. Pada tengah hari, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 178,81 poin atau 0,70 persen, menjadi 25.695,64 poin. Indeks S&P 500 dan Komposit Nasdaq juga mengikuti kenaikan Dow.

Ketika ekuitas membukukan keuntungan, logam mulia biasanya turun, karena investor tidak perlu mencari aset-aset yang dinilai aman untuk memarkir dana-dananya.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,09 persen menjadi 96,73 pada pukul 17.20 GMT, tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Jika dolar AS menguat maka emas yang dihargai dalam dolar AS biasanya tertekan karena menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru