Harga Emas Turun 1,5%, Tertekan Penguatan Dolar AS

- Pewarta

Sabtu, 2 April 2022 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: harga emas melonjak, dolar AS melemah/Dok.

Foto ilustrasi: harga emas melonjak, dolar AS melemah/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga emas turun tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) setelah data pekerjaan AS yang kuat mendorong dolar lebih tinggi dan memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan secara agresif menaikkan suku bunga.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di Divisi Comex New York Exchange, anjlok US$ 30,3 atau 1,55% menjadi US$ 1.923,70 per ounce. Harga emas merosot 1,8% untuk minggu ini. Namun, selama kuartal pertama tahun ini, emas naik 6,9%.

Sehari sebelumnya, Kamis (31/3/2022), harga emas berjangka terdongkrak 15 dolar AS atau 0,77% menjadi US$ 1.954,00 dan terangkat 2,8% untuk Maret.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (1/4/2022) bahwa Amerika Serikat menciptakan 431.000 pekerjaan pada Maret dan tingkat pengangguran turun menjadi 3,6% dari 3,8% dan upah kembali meningkat. Ini mungkin mendukung kenaikan suku bunga bank sentral Federal Reserve (The Fed) yang agresif.

Data tersebut mendorong kenaikan dalam imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun AS dan dolar, membuat emas kurang menarik bagi pembeli dengan mata uang lainnya.

Ekspektasi untuk kenaikan suku bunga mendorong harga emas lebih rendah, kata Kepala Strategi Komoditas TD Securities Bart Melek.

Sementara itu negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang lima minggu antara Rusia dan Ukraina akan dilanjutkan bahkan ketika Ukraina bersiap untuk serangan lebih lanjut.

Penurunan harga-harga komoditas juga meredam emas. Harga minyak acuan AS turun di bawah US$ 100 dolar AS per barel.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 47,9 sen atau 1,91%, menjadi ditutup pada US$ 24,654 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$ 7,2 atau 0,72% menjadi US$ 988,60 per ounce.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru