MEDIA EMITEN – Harga emas naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), terangkat oleh pelemahan dolar AS seiring sentimen pasar mendorong permintaan untuk mata uang berisiko lebih tinggi.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, naik US$ 8,4 atau 0,46% menjadi US$ 1.852,10 per ounce, menghentikan kenaikan dua hari berturut-turut.
Sementara itu, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya turun 0,13% menjadi US$ 102,3080. Sementara euro, komponen terbesar dari indeks, reli karena investor menunggu pertemuan kebijakan utama oleh Bank Sentral Eropa (ECB) akhir pekan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bank Sentral Eropa akan menurunkan keputusan kebijakannya pada Kamis (9/6/2022) dan diperkirakan akan bergabung dengan rekan-rekan bank sentral global dalam bergerak untuk menekan inflasi.
Di Asia Pasifik, bank sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan pada Selasa (7/6/2022) dan memperingatkan kenaikan lebih banyak karena para pejabat mencoba mengendalikan inflasi yang dinilai tinggi secara signifikan.
Investor sedang menunggu data inflasi AS untuk Mei yang akan keluar pada Jumat (10/6/2022), karena kekhawatiran inflasi meningkat untuk petunjuk tentang jalur kenaikan suku bunga. Laporan pekerjaan minggu lalu meningkatkan ekspektasi pengetatan lanjutan oleh Federal Reserve AS.
Para analis pasar juga mengaitkan kenaikan moderat dengan bargain hunting atau perburuan harga murah karena harga emas bergerak menuju 1.800 dolar AS per ounce.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 8,6 sen atau 0,39% menjadi US$ 22,178 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$ 17,1 atau 1,66% menjadi US$ 1.012,9 per ounce.







