Harga Emas Naik Tipis Ditopang Penurunan di Pasar Ekuitas AS

- Pewarta

Rabu, 12 Juni 2019 - 03:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tipis pada akhir perdagangan Rabu pagi (12/6/2019), setelah sehari sebelumnya turun tajam, karena pasar ekuitas Amerika Serikat (AS) mundur dan dolar melemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 1,90 dolar AS atau 0,14 persen, menjadi menetap di 1.331,20 dolar AS per ounce.

Indeks-indeks acuan di bursa saham Wall Street mundur pada perdagangan Selasa (11/6/2019), setelah mencatat reli yang signifikan selama sesi sebelumnya. Ketika ekuitas membukukan kerugian, emas berjangka biasanya naik karena daya tarik sebagai aset safe-haven.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dukungan tambahan datang dari dolar AS yang melemah. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,07 persen menjadi 96,70 tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS melemah biasanya emas berjangka akan naik karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Sehari sebelumnya, emas berjangka turun lebih dari satu persen karena aksi ambil untung setelah terus meningkat selama delapan sesi berturut-turut, menyusul penguatan dolar AS dan kenaikan ekuitas secara signifikan.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 10,1 sen atau 0,69 persen menjadi ditutup pada 14,74 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 9,10 dolar AS atau 1,13 persen, menjadi berakhir pada 814,30 dolar per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru