MEDIA EMITEN – Harga emas kembali merosot pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang penurunan untuk hari ketujuh berturut-turut, menetap di level terendah dalam lebih dari sebulan, karena imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS naik setelah rilis data ekonomi lebih baik dari perkiraan.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange merosot US$ 8,8 atau 0,45% menjadiUS$ 1.935,20 per ounce, setelah menyentuh tertinggi sesi di US$ 1.944,0 dan terendah di US$ 1.927,50 per ounce.
Emas terus turun selama sebulan terakhir karena greenback telah naik sementara imbal hasil obligasi global telah meningkat. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun naik ke level intraday tertinggi sejak November pada Selasa (15/8), bertambah empat basis poin menjadi 4,229%. Indeks dolar turun 0,1% menjadi 103,13.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Departemen Perdagangan AS melaporkan Selasa (15/8) bahwa penjualan ritel AS yang disesuaikan secara musiman tumbuh 0,7% pada Juli dari Juni, laju yang lebih cepat dari kenaikan 0,3% yang direvisi naik pada Juni dan di atas ekspektasi para ekonom untuk kenaikan 0,4%.
Data ekonomi lainnya yang dirilis Selasa (15/8) beragam. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga impor AS naik 0,4% pada Juli, kenaikan terbesar sejak Mei 2022. Para ekonom memperkirakan kenaikan 0,2%.
Indeks Manufaktur Empire State New York merosot ke negatif 19 pada Agustus dari 1,1 pada Juli, jauh di bawah perkiraan pasar yang negatif, dan menunjukkan penurunan pertama dalam aktivitas manufaktur di negara bagian New York dalam tiga bulan.
Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Juli akan dirilis pada Rabu waktu setempat.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 5,20 sen atau 0,23% menjadi ditutup pada 22,656 dolar AS per ounce.Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$ 14,60 atau 1,61% menjadi US$ 892,20 dolar AS per ounce.







