MEDIA EMITEN – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB ), ditopang pelemahan dolar AS menjelang pertemuan Bank Sentral AS (Federal Reerve/Fed).
Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi US$ 1.933 per ounce dan emas berjangka AS naik 0,4% menjadi US$ 1.955.
Dolar AS melemah 0,2% terhadap mata uang lainnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang selain dolar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pasar fokus pada pertemuan bank sentral,” kata analis pasar di OANDA, Edward Moya.
Keputusan kebijakan the Fed akan dirilis pada Rabu (20/9/2023). Para trader memperkirakan 99% peluang bank sentral mempertahankan suku bunga tidak berubah di kisaran 5,25% hingga 5,5%, menurut FedWatch Tool dari CME.
Sementara Bank of England diperkirakan menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 5,5% pada Kamis (21/9/2023). Adapun pertemuan Bank Sentral Jepang (BoJ) akan diadakan pada Jumat (22/9/2023). Investor menunggu pernyataan Gubernur BoJ Kazuo Ueda setelah baru-baru ini berkomentar mengenai penghentian suku bunga negatif.
Sedangkan harga emas Tiongkok mencapai rekor tertinggi minggu lalu, memperpanjang reli selama berbulan-bulan karena konsumen mengambil aset safe haven untuk mengimbangi depresiasi yuan.
Harga logam mulia lainnya, harga perak di pasar spot naik hampir 1% menjadi US$ 23,2 per ounce, platinum naik 1% menjadi US$ 934,3, sementara paladium turun 0,1% menjadi US$ 1.246.







