Harga Emas Jatuh Jelang Rilis Data Inflasi AS

- Pewarta

Kamis, 10 Agustus 2023 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), mencatat kerugian untuk sesi ketiga berturut-turut menjadi menetap di level terendah dalam hampir dua minggu. Investor menunggu rilis laporan inflasi harga konsumen AS untuk Juli.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange turun US$ 9,30 atau 0,47% menjadi ditutup pada US$ 1.950,60 per ounce, setelah menyentuh tertinggi sesi di US$ 1.966,10 dan terendah di US$ 1.948,80 per ounce.

Investor menunggu data inflasi. Indeks harga konsumen AS untuk Juli akan dirilis pada Kamis waktu setempat dan indeks harga produsen akan dirilis pada Jumat. Kedua angka tersebut dapat memberikan beberapa wawasan apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lagi pada September.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para ekonom yang disurvei oleh Wall Street Journal memperkirakan harga konsumen naik 0,2% pada Juli, setara dengan kenaikan 0,2% pada Juni. Data Juni datang lebih lambat dari yang diperkirakan para ekonom, memicu harapan bahwa Fed dapat mengakhiri kampanye kenaikan suku bunga lebih cepat.

Emas juga berada di bawah tekanan karena China melaporkan penurunan harga konsumen sebesar 0,3% pada Juli, menurut laporan yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional pada Rabu (9/8/2023). Ini merupakan penurunan pertama dalam dua tahun, meningkatkan momok deflasi dan semakin memperumit pemulihan China pasca pembukaan kembali COVID-19.

Harga emas telah jatuh selama seminggu terakhir karena dolar AS dan imbal hasil obligasi global, khususnya imbal hasil obligasi pemerintah, telah meningkat. Indeks dolar AS turun kurang dari 0,1% menjadi 102,47, tetapi tetap naik 0,4% sejauh minggu ini.

Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun turun moderat sebesar 1 basis poin menjadi 4,01%, sedangkan imbal hasil pada obligasi pemerintah 2-tahun 6 basis poin menjadi 4,8%.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September tergelincir 7,60 sen atau 0,33%, menjadi ditutup pada US$ 22,731 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$ 11,50 atau 1,27%, menjadi menetap pada US$ 892,70 per ounce.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru