Harga Emas Jatuh, Dipicu Penguatan Dolar dan Pembelian Aset Aman Turun

- Pewarta

Jumat, 13 Desember 2019 - 02:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Jumat pagi (13/12/2019), mundur dari keuntungan sesi sebelumnya karena ekspektasi kemajuan dalam pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China mengurangi permintaan untuk logam mulia.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun 2,7 dolar AS atau 0,18 persen, menjadi ditutup pada 1.472,3 dolar AS per ounce.

Logam mulia itu juga tertekan oleh greenback yang lebih kuat. Indeks dolar AS yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,05 persen menjadi 97,46 pada pukul 18.30 GMT sebelum penyelesaian transaksi emas.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dolar AS meningkat pada perdagangan Kamis (12/12/2019) karena kemungkinan kemajuan pada masalah perundingan perdagangan Amerika Serikat dan China menyebabkan selera risiko yang lebih tinggi, sehingga pembelian safe haven berkurang.

Harga emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk penyerahan Maret naik 10 sen atau 0,59 persen, menjadi ditutup pada 16,949 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari menambahkan 5,3 dolar AS atau 0,56 persen, menjadi menetap di 944,8 dolar per ounce. Sehari sebelumnya, harga emas berjangka naik karena para pedagang masih mengamati potensi kemajuan menuju kesepakatan perdagangan Amerika Serikat-China dan menunggu hasil pertemuan dua hari kebijakan moneter Federal Reserve (Fed).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari menambahkan 3,2 dolar AS atau 0,22 persen menjadi 1.464,9 dolar AS per ounce pada penutupan perdagangan Rabu (12/12/2019). (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru