Harga Emas Anjlok karena Dolar dan Ekuitas Mulai Menguat

- Pewarta

Rabu, 24 April 2019 - 02:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Rabu pagi (24/4/2019), karena dolar AS dan pasar ekuitas AS menguat.

Emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, turun 4,40 dolar AS atau 0,34 persen, menjadi ditutup pada 1.273,20 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), harga emas berjangka naik moderat didukung kurs dolar AS yang melemah.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,38 persen menjadi 97,66 pada pukul 17.20 GMT, tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Sementara itu, saham-saham di Wall Street menguat pada perdagangan Selasa (23/4/2019). Pada tengah hari waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 156,35 poin atau 0,59 persen, menjadi 26.667,40 poin. Indeks S&P 500 dan Indeks Komposit Nasdaq juga mengikuti kenaikan Dow.

Ketika ekuitas naik, emas berjangka sering jatuh, karena investor tidak perlu mencari aset-aset safe haven seperti emas. Sebaliknya, mereka lebih menyukai aset-aset berisiko.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 18,4 sen AS atau 1,23 persen menjadi 14,791 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 8,40 dolar AS atau 0,93 persen, menjadi ditutup pada 893,80 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru