Goldman Sachs Perkirakan Harga Emas Tembus 1.600 Dolar pada 2020

- Pewarta

Selasa, 10 Desember 2019 - 04:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok

Mediaemiten.com, New York – Goldman Sachs mempertahankan perkiraan tiga bulan, enam bulan, dan 12 bulan untuk emas pada 1.600 dolar AS per troy ounce, dan mengatakan permintaan investasi akan didukung oleh kekhawatiran akan resesi dan ketidakpastian politik.

Harga emas telah naik sekitar 14 persen sejauh ini pada 2019, di jalur untuk kenaikan tahunan terbesar sejak 2010, tetapi turun sekitar enam persen dari tertinggi enam tahun di 1.557 dolar AS per ounce pada awal September.

Goldman, dalam catatan tertanggal 6 Desember, mengaitkan penurunan ini dengan meningkatnya selera risiko global akibat pelonggaran ketegangan perdagangan AS dan China serta pasar tenaga kerja AS yang kuat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, “tanpa percepatan pertumbuhan besar, kekhawatiran resesi kemungkinan akan tetap tinggi didukung oleh tingkat pengangguran yang rendah dan kurva imbal hasil terbalik,” tambahnya.

“Penghematan rumah tangga di negara-negara maju utama tumbuh kuat yang dikombinasikan dengan penurunan capex (belanja modal) global, mengakibatkan melimpahnya tabungan global. Itu akan meningkatkan permintaan terhadap aset defensif seperti emas,” kata Goldman.

Bank investasi AS itu meramalkan depresiasi kecil dalam dolar AS, yang seharusnya membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya pada 2020. Bank tersebut juga memperkirakan ketidakpastian politik karena ketegangan perdagangan yang berkepanjangan dan pemilu AS, yang seharusnya mendorong permintaan akan emas.

Ketidakpastian geopolitik sudah diterjemahkan ke dalam permintaan emas yang lebih besar, kata Goldman, menambahkan bahwa 2019 kemungkinan akan menjadi tahun rekor untuk pembelian bank sentral global dengan target pembelian gabungan 750 ton emas.

“Tahun depan, kita melihat pembelian bank-bank sentral sedikit di bawah 2019, tetapi kemungkinan akan tetap tinggi karena ketidakpastian geopolitik yang tinggi, tingkat suku bunga rendah secara global dan pangsa emas yang rendah dalam cadangan bank-bank sentral negara berkembang.” (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru