Emas Perpanjang Penurunan, Sempat di Bawah Level US$ 1.700

- Pewarta

Jumat, 2 September 2022 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Harga emas  bertengger di atas US$ 2.000/ounce. Dok

Foto ilustrasi: Harga emas bertengger di atas US$ 2.000/ounce. Dok

MEDIA EMITEN – Harga emas memperpanjang penurunan untuk hari kelima berturut-turut, tertekan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan dolar yang lebih kuat menjelang laporan data pekerjaan AS.

Harga emas sempat di bawah US$ 1.700 per ounce, meski ditutup pada level US$ 1.709,30 per ounce pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terpangkas lagi US$ 16,90 atau 0,98%.

Yield obligasi pemerintah AS naik di atas 3,2%, sementara indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya mencapai tertinggi baru 20 tahun, di 112, level puncak sejak Juni 2002.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harga emas telah terjun bebas … setelah putaran lain data ekonomi yang kuat menunjukkan The Fed dapat memberikan lebih banyak kenaikan suku bunga,” kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.

Data ekonomi positif yang dirilis pada Kamis juga menekan emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS turun 5.000 menjadi 232.000 dalam pekan yang berakhir 27 Agustus.

Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur AS dari S&P Global direvisi lebih tinggi menjadi 51,5 poin pada Agustus dari pembacaan awal 51,3.

Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks manufaktur tetap di 52,8%, sama seperti Juli, mengalahkan ekspektasi dan tetap di atas ambang batas 50% yang mengindikasikan ekspansi.

Pasar sekarang fokus pada data penggajian non pertanian (NFP) AS yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat. Pembacaan yang kuat kemungkinan akan mempengaruhi The Fed menuju pengetatan kebijakan yang lebih agresif.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 21,6 sen atau 1,21% menjadi US$ 17,666 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$ 21,5 atau 2,6% menjadi US$ 805,50 per ounce.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru