Emas Merosot Lagi, Dolar AS Menguat

- Pewarta

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Harga emas merosot tertekan penguatan dolar AS/Dok.

Foto ilustrasi: Harga emas merosot tertekan penguatan dolar AS/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga emas kembali merosot pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), mencatat kerugian untuk sesi kedua berturut-turut, karena dolar AS menguat setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut pada tahun ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun S$ 7,20 atau 0,37% menjadi ditutup pada US$ 1.939,90 per ounce, setelah menyentuh tertinggi sesi di US$ 1.950,40 dan terendah di US$ 1.931,00 per ounce. 

Namun kemundurannya pada Jumat (25/8/2023) tidak menghentikan harga emas untuk mencatat kenaikan mingguan pertamanya setelah empat minggu berturut-turut mengalami penurunan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik 4 basis poin menjadi 4,274% dan indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama lainnya, diperdagangkan naik 0,1% pada 104,08, menyusul pernyataan Powell.

Ketua Fed dalam pidatonya di Simposium Ekonomi Jackson Hole di negara bagian Wyoming, AS pada Jumat (25/8/2023), mengakui sifat inflasi yang persisten, mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut bukanlah hal yang mustahil. Federal Reserve bermaksud mempertahankan kebijakan pada tingkat yang restriktif sampai mereka yakin bahwa inflasi bergerak turun secara berkelanjutan menuju target 2%.

Komentar tersebut meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya pada September, sehingga melemahkan harga emas.

Bergabung dengan diskusi Squawk on the Street, Presiden Federal Reserve Cleveland Loretta Mester pada Jumat (25/8/2023) mencatat bahwa inflasi inti masih terlalu tinggi, bertahan di atas 4%.

Indeks Sentimen Konsumen yang dirilis pada Jumat (25/8/2023) oleh Survei Konsumen Universitas Michigan (UM) turun menjadi 69,5 pada survei Agustus 2023, dari 71,6 pada Juli dan di atas 58,2 pada Agustus tahun lalu.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September terkerek 0,40 sen atau 0,02% menjadi ditutup pada US$ 24,234 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$ 5,20 atau 0,55% menjadi US$ 948,20 per ounce.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru