Emas Menguat Kala Inflasi AS Meroket

- Pewarta

Rabu, 13 April 2022 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok

MEDIA EMITEN – Emas menguat lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena imbal hasil obligasi (yield) pemerintah AS berkurang setelah data inflasi AS meroket ke tertinggi 40 tahun, sesuai dengan ekspektasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$ 27,9 atau 1,43% menjadi ditutup pada US$ 1.976,10 per ounce.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (12/4/2022) bahwa indeks harga konsumen AS, ukuran inflasi, melonjak 8,5%, kenaikan tercepat sejak Desember 1981. Angka ini sedikit lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 8,4%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan tergelincir setelah data menunjukkan inflasi meningkat pada Maret, tetapi kurang dari yang diperkirakan banyak pelaku pasar.

Di sisi lain, emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, kenaikan harga-harga dapat menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga, mendorong imbal hasil obligasi dan meningkatkan peluang kerugian memegang emas dengan imbal hasil nol.

“Jika inflasi inti tidak melonjak pada tingkat yang sama (seperti inflasi utama), The Fed … mungkin tidak seagresif ketika inti bergerak lebih tinggi,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Gubernur Federal Reserve Lael Brainard mengatakan upaya gabungan pemangkasan neraca dan serangkaian kenaikan suku bunga akan membantu menurunkan inflasi, menambahkan moderasi dalam inflasi “barang-barang inti”, tidak termasuk harga energi dan makanan, adalah sinyal “selamat datang”.

Emas terus mendapat dukungan sebagai tempat berlindung yang aman dari perkembangan di sekitar Ukraina, dengan pasukan Rusia berkumpul untuk serangan baru.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 74,8 sen atau 2,99%, menjadi US$ 25.735 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$ 5,4 atau 0,55% menjadi US$ 972,4 per ounce.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru