MEDIA EMITEN – Harga emas anjlok pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut. Emas kembali berada di bawah level psikologis US$ 1.800, tertekan oleh greenback yang lebih kuat didorong spekulasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga lebih besar daripada yang diproyeksikan baru-baru ini.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, turun US$ 28,30 atau 1,56% menjadi US$ 1.781,30 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di US$ 1.822,90dan terendah sesi di US$ 1.778,10 per ounce.
Dolar menguat pada Senin (5/12/2022), setelah data menunjukkan bahwa aktivitas industri jasa-jasa AS secara tak terduga meningkat pada November, mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga lebih besar dari yang diperkirakan baru-baru ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, termasuk euro, yen dan pound sterling, naik 0,71% menjadi US$ 105,2920 pada pukul 15.00 waktu setempat (2000 GMT). Indeks dolar telah jatuh 1,4% minggu lalu, dan 5% pada November, bulan terburuk sejak 2010.
Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS semakin menambah tekanan terhadap emas.
Data ekonomi yang dirilis pada Senin (5/12/2022) juga meredam emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan baru AS untuk barang-barang manufaktur meningkat 1% pada Oktober setelah naik 0,3% pada September. Pertumbuhan tersebut juga lebih tinggi dari kenaikan sebesar 0,7% yang diharapkan para ekonom.
Indeks jasa-jasa komposit dari Institute for Supply Management (ISM) meningkat menjadi 56,5% pada November, atau bertambah 2,1 poin dari 54,4% pada Oktober.
Baca Juga:
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa-jasa AS Global S&P akhir yang disesuaikan secara musiman tercatat 46,2 pada November, turun dari 47,8 pada Oktober, tetapi secara umum sejalan dengan perkiraan ‘flash’ yang dirilis sebelumnya sebesar 46,1.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 83,3 sen atau 3,58% menjadi US$ 22,417 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari merosot US$ 19,10 atau 1,86% menjadi US$ 1.007,50 per ounce.






