MEDIA EMITEN – Saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi pembicaraan pelaku pasar modal. Pasalnya sudah hari keempat saham tersebut terkena tekanan jual hingga terkena auto reject bawah (ARB) dan berada di level Rp 141 pada Kamis 1 Desember 2022.
Drama ARB berjilid GOTO tampaknya belum akan berakhir karena pada hari keempat ARB menyisakan antrian jual hingga lebih dari 200 juta lot. Investor GOTO panik menyusul berakhirnya lock up bagi pengendali sehingga menimbulkan kekhawatiran mereka akan exit dari perusahaan startup tersebut.
Kepanikan makin bertambah ketika terdapat crossing saham GOTO di rata-rata harga Rp 116 dengan nilai jumbo sebesar Rp 1,94 triliun. Padahal perusahaan yang IPO pada 11 April 2022 mematok harga Rp 338. Artinya, harga saham GOTO saat ini telah turun sangat dalam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan RTI, harga saham GOTO telah turun 25% dalam seminggu ini dan turun 53,62% dalam enam bulan.
Pelemahan saham GOTO ikut menyeret harga saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengingat Telkom melalui anak usahanya yakni Telkomsel memiliki saham GOTO melalui perjanjian konversi obligas ke saham dengan harga Rp 270.
Harga saham TLKM pada Kamis 1 Desember 2022 ditutup pada level Rp 3960 atau turun 1,98% dari hari sebelumnya. Dalam sepekan ini, harga TLKM terkoreksi 1,74%.







