Dolar AS Naik Setelah Laporan Ketenagakerjaan AS Menguat

- Pewarta

Selasa, 9 Oktober 2018 - 03:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurs dolar AS meningkat  karena para investor terus mencerna laporan ketegakerjaan AS untuk September.

Kurs dolar AS meningkat karena para investor terus mencerna laporan ketegakerjaan AS untuk September.

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS meningkat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa 9/10/2018 pagi WIB), karena para investor terus mencerna laporan ketegakerjaan AS untuk September.

Tingkat pengangguran menurun menjadi 3,7 persen pada September, mencapai titik terendah dalam 48 tahun, departemen tenaga kerja AS mengatakan pada Jumat lalu (5/10/2018). Total payroll (penggajian) pekerja non-pertanian AS meningkat 134.000 pada September, meleset dari perkiraan pasar.

Pada September, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan pada data penggajian non-pertanian swasta meningkat 8 sen AS menjadi 27,24 dolar AS. Selama setahun, rata-rata penghasilan per jam telah meningkat 73 sen AS atau 2,8 persen.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Payroll non pertanian September naik hanya 134.000, sedikit lebih rendah dari konsensus pasar 185.000, tetapi angka Agustus direvisi naik 69.000 dan angka Juli direvisi naik 18.000, menghasilkan kenaikan bersih lapangan pekerjaan lebih besar dari perkiraan. Plus, tingkat pengangguran, diharapkan jatuh sepersepuluh, turun dua persepuluh dari 3,9 persen menjadi 3,7 persen,” kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial, dalam sebuah catatan.

“Meskipun kenaikan yang disoroti itu dilemahkan oleh angin topan, ini adalah laporan yang kuat. Penghasilan rata-rata per jam mungkin terdampak badai, tetapi mereka tetap solid,” tambahnya.

Dolar AS juga didorong oleh suku bunga yang lebih tinggi. Imbal hasil obligasi 10-tahun AS menyentuh 3,24 persen dan mencapai tertinggi baru tujuh tahun pada Jumat (5/10/2018), di tengah laporan ketenagakerjaan. Pasar obligasi AS ditutup pada Senin untuk liburan Hari Columbus.

Tidak ada data ekonomi utama yang keluar pada Senin (8/10/2018).

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,17 persen menjadi 95,7670 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1488 dolar AS dari 1,1528 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3089 dolar AS dari 1,3128 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7078 dolar AS dari 0,7055 dolar AS.

Dolar AS dibeli 112,98 yen Jepang, lebih rendah dari 113,77 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9926 franc Swiss dari 0,9917 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2961 dolar Kanada dari 1,2953 dolar Kanada. (pep)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru