Dolar AS Menguat, Emas Berjangka Bergerak Turun

- Pewarta

Selasa, 9 Juli 2019 - 03:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa pagi (9/7/2019), karena berada di bawah tekanan penguatan dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus, turun 0,10 dolar AS atau 0,01 persen, menjadi menetap pada 1.400,00 dolar AS per ounce.

Laporan pekerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan dirilis pada Jumat lalu (5/7/2019) mendukung dolar AS lebih kuat. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan AS menambahkan 224.000 lapangan pekerjaan pada Juni, lebih tinggi dari 165.000 yang diperkirakan oleh banyak ekonom.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data pekerjaan yang positif memperlemah harapan untuk penurunan suku bunga agresif oleh Federal Reserve dan pada gilirannya memperkuat dolar AS, kata analis pasar.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,07 persen menjadi 97,35 tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas berjangka Senin (8/7/2019).

Ketika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Namun, kecenderungan turun indeks-indeks acuan bursa saham New York menahan penurunan emas lebih lanjut, karena Dow Jones Industrial Average, S&P 500 dan Indeks Komposit Nasdaq menurun pada perdagangan Senin (8/7/2019).

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 4,9 sen atau 0,33 persen menjadi ditutup pada 15,05 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 9,00 dolar AS, atau 1,11 persen, menjadi 820,40 dolar AS per ounce, sebagaimana dikutip dari laman Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru