Dolar AS Menguat Didukung Data-Data Ekonomi Positif

- Pewarta

Jumat, 17 Januari 2020 - 04:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolar AS Menguat Didukung Data-Data Ekonomi Positif

Foto ilustrasi: Dolar AS terus menguat karena sikap hawkish The Fed/Dok.

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat pagi (17/1/2020), setelah beberapa rilis data melukiskan gambaran ekonomi AS yang positif.

Kondisi itu membalikkan pelemahan sebelumnya menyusul kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan China untuk mengurangi perang perdagangan mereka.

Indeks dolar AS berada pada 97,329, naik 0,10 persen pada hari itu, setelah sehari sebelumnya jatuh ke 97,085, yang merupakan posisi terendah sejak 8 Januari.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penjualan ritel Amerika Serikat meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut pada Desember. Rumah tangga membeli berbagai barang bahkan ketika mereka mengurangi pembelian kendaraan bermotor, menunjukkan ekonomi mempertahankan laju pertumbuhan moderat pada akhir 2019.

Ukuran aktivitas manufaktur di wilayah negara bagian Mid-Atlantic AS juga rebound pada Januari ke tingkat tertinggi dalam delapan bulan, dan prospeknya adalah yang paling cerah dalam lebih dari satu setengah tahun, kata Federal Reserve Bank of Philadelphia.

Data lain menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun lebih besar dari yang diperkirakan pada minggu lalu.

“Data positif, terutama angka Philly Fed,” kata Greg Anderson, kepala global strategi valuta asing di BMO Capital Markets di New York. Ini “mengurangi kemungkinan resesi, yang sudah rendah.”

Dolar AS telah melemah sejak Amerika Serikat dan China pada Rabu (15/1/2020) menandatangani kesepakatan di mana China akan meningkatkan pembelian barang dan jasa AS sebesar 200 miliar dolar AS selama dua tahun dalam pertukaran untuk penurunan beberapa tarif.

Tetapi tarif 25 persen untuk barang-barang industri dan komponen industri China senilai 250 miliar dolar AS yang digunakan oleh pabrikan AS, dan tarif pembalasan China atas lebih dari 100 miliar dolar AS barang AS, akan tetap dipertahankan.

“Untuk dolar, itu adalah kantong beragam … itu akan berarti pertumbuhan AS yang lebih tinggi tahun ini, tetapi juga berarti pertumbuhan asing yang lebih tinggi tahun ini dan lebih sedikit risiko di luar negeri, dan itu cenderung menarik modal keluar dari AS dan menjadi dolar negatif,” kata Anderson.

Franc Swiss sedikit lebih lemah terhadap greenback, setelah mencapai tertinggi 16-bulan sebelumnya pada Kamis (16/1/2020). Franc terakhir mencapai 0,96, level terkuat sejak September 2018.

Amerika Serikat pada Senin (13/1/2020) menambahkan Swiss ke dalam daftar pengawasannya tentang manipulator mata uang, yang menurut para analis dapat mencegah bank sentral Swiss, Swiss National Bank (SNB), melakukan intervensi untuk mencoba membatasi apresiasi lebih lanjut terhadap franc. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB