Dolar AS Melemah di Tengah Tanda Perlambatan Ekonomi Global

- Pewarta

Rabu, 23 Januari 2019 - 06:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemtien.com, New York – Kurs dolar AS sedikit melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu pagi (23/1/2019)), karena daya tarik greenback sebagai mata uang safe-haven” turun di tengah tanda-tanda perlambatan ekonomi global.

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Senin (21/1) merevisi prospek pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2019 menjadi 3,5 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,7 persen.

“Setelah dua tahun ekspansi yang solid, ekonomi dunia tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan, dan risiko-risiko sedang meningkat,” kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, seperti dikutip Xinhua.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, sebuah laporan terpisah oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin (21/1) memperingatkan bahwa kombinasi yang mengkhawatirkan dari tantangan pembangunan dapat semakin merusak pertumbuhan global.

Sedangkan mata uang safe-haven yen Jepang memperpanjang kenaikannya didukung pertumbuhan global dan pound Inggris juga naik setelah data ekonomi menunjukkan tingkat pengangguran Inggris turun menjadi 4,0 persen, mengalahkan ekspektasi para analis.

Pelemahan dolar AS pada 2019 adalah pandangan konsensus di antara pedagang pasar mata uang, karena investor bertaruh bahwa bank sentral AS akan berhenti menaikkan suku bunganya dan ekonomi akan melambat setelah dorongan fiskal tahun lalu, para pakar mencatat.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun tipis 0,03 persen menjadi 96,30 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1362 dolar AS dari 1,1369 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2956 dolar AS dari 1,2888 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7118 dolar AS dari 0,7158 dolar AS.

Dolar AS dibeli 109,29 yen Jepang, lebih rendah dari 109,64 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9970 franc Swiss dari 0,9976 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3349 dolar Kanada dari 1,3293 dolar Kanada. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru