Mediaemiten.com – Sehubungan dengan peristiwa pemasangan dan pembentangan spanduk yang mendiskreditkan WIKA di Akses Gerbang Tol Soreang pada ruas Tol Soreang Pasir Koja, Selasa (10/7), Sekretaris PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Puspita Anggraeni dalam rilisnya menjelaskan.
1. WIKA sebagai salah satu kontraktor yang mengerjakan Tol Soreang Pasir Koja senantiasa memastikan setiap tahapan pekerjaan dapat dilakukan dengan baik dan bermitra serta berkoordinasi dengan para pihak, baik pemangku kepentingan (stakeholder), elemen masyarakat, termasuk para mitra, diantaranya adalah PT Citra Bangun Selaras (CBS) dengan integritas yang baik dengan harapan bahwa kepentingan umum untuk mendapatkan manfaat dari konektivitas terbaik, dapat diutamakan.
2. Pada proses hubungan kerja yang melibatkan WIKA dan CBS dalam pelaksanaan Proyek Tol Soreang – Pasir Koja Seksi -1 (MC 100), masih terdapat perbedaan dalam perhitungan volume akhir pekerjaan, dimana dari sisi WIKA, volume pekerjaan dihitung sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam kontrak. Sementara dari pihak PT Citra Bangun Selaras (CBS) menggunakan tata cara perhitungan yang berbeda, sehingga perlu dihadirkan pihak independen untuk dapat memberikan evidence yang benar dan bertanggung jawab sebagai dasar pembayaran yang dilakukan oleh WIKA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
3. Saat ini perbedaan dalam perhitungan volume akhir pekerjaan tengah dalam tahap mediasi yang telah disepakati oleh keduabelah pihak melalui pihak ketiga yang independen dan memiliki kredibilitas.
4. Dalam pandangan WIKA, segala hal berkenaan dengan sengketa bisnis, telah memiliki mekanisme penyelesaian sebagaimana telah tertuang dalam kontrak yang ditandatangani kedua belah pihak. Kami akan menghormati dan mengikuti proses hukum.
5. Bahwa adanya pemberitaan yang menyebabkan ketidakbenaran informasi dan/atau kesimpangsiuran pemberitaan, mendorong kami untuk meluruskan pandangan bahwasanya WIKA tidak dapat melakukan pembayaran terhadap nilai yang diperselisihkan apabila belum adanya payung hukum yang jelas. Hal itu menjadi penting untuk dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Soreang dikenal sebagai salah satu sentra industri rumahan untuk
produk-produk pakaian. Namun, selama ini rute Bandung-Soreang harus melewati ruas jalan raya yang sering macet. Sehingga kemudian memerlukan waktu yang lama bila menggunakan kendaraan roda empat dari kota hingga kabupaten Bandung atau sebaliknya.
Kehadiran Jalan Tol Soreang Pasir Koja (Soroja) yang dibangun oleh Konsorsium WIKA ini kemudian diharapkan dapat menjadi “angin segar” bagi masyarakat Bandung Raya karena akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di wilayah Soreang dan mendukung destinasi wisata alam dan agro yang ada di Kabupaten Bandung.
Dengan beroperasinya Tol Soroja ini juga, maka waktu tempuh dari Soreang menuju Kota Bandung maupun sebaliknya akan lebih singkat. Dengan begitu, diharapkan terjadinya percepatan pembangunan dan perekonomian, karena waktu yang ditempuh menuju kota Bandung otomatis akan tereduksi.
Demikian penjelasan ini dibuat untuk menghindari kemungkinan kesalahpahaman pemberitaan di kemudian hari. Kami berharap klarifikasi ini dapat dimuat pada media sebagai wujud penyampaian informasi yang berimbang kepada masyarakat. (mar)







