MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 65,75 poin atau 0,98% ke posisi 6.612,4 pada perdagangan Senin 20 Maret 2023. Investor mencermati kriris perbankan global dan mengantisipasi pertemuan The Federal Reserve pekan ini.
Para pelaku pasar mencari rasa aman untuk sementara waktu dan membeli aset aset yang dianggap safe haven, seperti surat utang pemerintah, dan emas. Koreksi IHSG mengikuti mayoritas bursa kawasan Asia.
Krisis perbankan masih mencuri perhatian meski UBS Group AG asal Swiss setuju untuk membeli pesaingannya Credit Suisse senilai 3 miliar franc Swiss atau sekitar US$ 3,2 miliar. Regulator keuangan Swiss mengambil peran penting dalam kesepakatan tersebut untuk membendung penularan yang mengancam sistem perbankan global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di AS, sejumlah bank yang membutuhkan dana segar telah meminjam sekitar US$ 300 miliar dari The Fed sepanjang pekan lalu, yang mana sejumlah US$ 143 miliar ditujukan untuk Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank.
Selain itu, sebesar US$ 153 miliar dipinjam melalui fasilitas pinjaman Discount Window, sehingga jumlah pinjaman melalui Discount Window pada pekan lalu melebihi jumlah pinjaman pada puncak krisis finansial global 2008.
Lebih lanjut, The Fed telah mengucurkan pinjaman lebih dari US$11,9 miliar melalul Bank Term Funding Program (BTFP), sebuah program darurat yang baru saja diluncurkan pada pekan lalu.
Di Bura Efek Indonesia, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net buy) senilai Rp 583,37 miliar di seluruh pasar dan Rp 427,04 miliar di pasar reguler.
Baca Juga:
WALOVI Perluas Jangkauan di ASEAN, Gandeng Hong Xin Da untuk Perkuat Distribusi Produk di Singapura
Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan di Hong Kong, DFSK Percepat Ekspansi Global
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, mayoritas sektor melemah yang dipimpin oleh sektor teknologi turun sebesar 3,47%, diikuti oleh sektor energi dan sektor infrastruktur yang masing-masing turun 1,87% dan 1,29 %. Sedangkan yang menguat hanya satu sektor yakni sektor barang baku yang tercatat naik 0,38%.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu IRSX, ZATA, ERTX, SQMI, dan PSAB. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GOTO, BABP, PNLF, MKTR, dan FUTR.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.242.633 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,73 miliar lembar saham senilai Rp7,48 triliun. Sebanyak 175 saham naik, 346 saham menurun, dan 189 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 388,10 poin atau 1,42% ke 26.945,6, indeks Hang Seng turun 517,87 poin atau 2,65% ke 19.000,7, indeks Shanghai melemah 15,64 poin atau 0,48% ke 3.234,9, dan indeks Strait Times terkoreksi 52,28 poin atau 1,64% ke 3.131,0.






