Bursa Wall Street Menguat, Saham Apple dan Boeing Melonjak

- Pewarta

Kamis, 31 Januari 2019 - 05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham Bursa Wall Street lebih tinggi pada penutupan perdagangan Kamis pagi (31/1/2019), setelah Federal Reserve AS (Fed) mempertahankan suku bunga acuannya, tidak berubah. Saham Boeing dan Apple Inc melonjak.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 434,90 poin atau 1,77 persen, menjadi berakhir di 25.014,86 poin. Indeks S&P 500 naik 41,05 poin atau 1,55 persen, menjadi ditutup di 2.681,05 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 154,79 poin atau 2,20 persen lebih tinggi, menjadi 7.183,08 poin.

Bank sentral AS pada Rabu (30/1) mengatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga acuan Federal Fund pada 2,25 persen hingga 2,50 persen dalam mendukung tujuan untuk mendorong lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks-indeks utama meningkat setelah The Fed merilis pernyataannya.

Sementara itu, investor juga mencerna laporan laba triwulanan positif dari beberapa perusahaan besar serta data ekonomi utama.

Boeing, konstituen Dow, melaporkan laba per saham yang disesuaikan pada kuartal keempat sebesar 5,48 dolar AS dan pendapatan 28,3 miliar dolar AS, jauh melebihi perkiraan analis. Sahamnya melonjak 6,25 persen menjadi ditutup pada 387,72 dolar AS pada Rabu (30/1).

Saham Apple Inc juga melompat 6,83 persen setelah laporan labanya keluar sedikit lebih baik dari yang diharapkan. Perusahaan mencatat laba per saham 4,18 dolar AS dan pendapatan 84,3 miliar dolar AS.

Namun, perusahaan melihat penurunan tajam dalam pendapatan iPhone-nya, yang meningkatkan kekhawatiran para investor.

Di sisi ekonomi, penggajian (payrolls) swasta menunjukkan penambahan 213.000 pekerjaan pada Januari, laju yang jauh lebih cepat dari yang diperkirakan, karena pasar tenaga kerja melewati dampak penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah AS, menurut data yang dirilis Rabu (30/1) oleh penyedia layanan sumber daya manusia ADP dan Moody`s Analytics. Demikian laporan yang dikutip Xinhua. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru