MEDIA EMITEN -Binance AS, kripto exchange yang didirikan oleh ChangpengZhao (CZ) digugat oleh Securities Exchange Committee (SEC) AS dengan 13 dugaan sekaligus. Binance diduga menyalah gunakan dana pengguna dengan cara mencampuradukan uang nasabah dengan uang perusahaan.
“SEC menduga Binance melakukan penyalahgunaan dana pelanggan, menipu regulator dan menyesatkan investor tentang operasinya,” sebut SEC dalam keterangan resminya, Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB).
Menurut SEC, Binance AS mencampur miliaran dolar dana pengguna dan secara sembunyi-sembunyi mentransfernya ke perusahaan terpisah yang dikendalikan oleh Changpeng Zhao, pendiri Binance. Kabar serupa telah bergema beberapa pekan lalu, berdasarkan laporan dari Reuters.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dugaan juga termasuk menyesatkan investor tentang keefektifan sistem Binance dalam mendeteksi dan mengendalikan praktik perdagangan manipulatif.
Selain itu, SEC menyebutkan bahwa perusahaan tidak mengambil langkah yang memadai untuk mencegah investor AS mengakses pertukaran yang tidak diatur oleh Binance.
“Kami menduga bahwa Zhao dan entitas perusahaannya tidak hanya mengetahui aturan yang berlaku, tetapi juga dengan sengaja melanggarnya,” kata Gurbir S Grewal, Direktur Divisi Penegakan Hukum SEC.
Langkah hukum teraru kali ini menyusul tudingan serupa yang diajukan oleh Commodities Futures Trading Commission (CFTC) terhadap Binance dan dan Zhao lebih dari sebulan yang lalu.
Baca Juga:
Asian Beach Games ke-6 di Sanya Resmi Berakhir, Tim China Menempati Posisi Teratas Klasemen Medali
Beberapa pekan lalu, Reuters menurunkan laporan investigatif mereka terhadap raksasa crypto Binance. Berdasarkan sejumlah sumber anonim media asal Kanada itu, anak perusahaan yang beroperasi di AS disebut mencampuradukkan dana pengguna mereka dengan dana perusahaan, sesuatu yang disebut melanggar ketentuan perusahaan secara keuangan.
Berdasarkan wawancara dengan tiga sumber anonim, perusahaan itu disebut telah menggunakan Silvergate Bank, yang kini sudah bangkrut, untuk mencampur dana pelanggan dan perusahaan hampir setiap hari.
Pihak perusahaan kala itu sudah membantah tudingan itu dengan menyebut anggapan itu palsu belaka.







