Bergerak Tak Wajar, BEI Selidiki Pembentukan Harga BEBS

- Pewarta

Senin, 29 Mei 2023 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa Efek Indonesia (BEI)/Dok.

Foto ilustrasi: Bursa Efek Indonesia (BEI)/Dok.

MEDIA EMITEN – Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang menyelidiki dan analisis untuk mengidentifikasi fenomena pembentukan harga 1 ( Efek) tertentu pada sesi pra penutupan di JATS terhada saham PT Berkah Beton Sedaya Tbk (BEBS).

Sekretaris  Perusahaan  BEI, Yulianto Aji Sadono  menjelaskan bahwa langkah itu diambil untuk menjaga perdagangan Efek di Bursa agar dapat tetap berjalan dengan teratur, wajar, dan efisien.

Dalam keterangan resmi, Senin 29 Mei 2023, regulator bursa tersebut enggan merinci terkait transaksi  efek yang dimaksud tersebut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hanya saja berapa investor pada media sosial mempersoalkan transaksi pra penutupan efek bersifat ekuitas PT Berkah Beton Sedaya Tbk  pada tanggal 26 Mei 2023. Saat itu BEBS ditutup naik 30 point atau 9,7% ke level 340, atau mengalami autorejection atas (ARA).

Namun berapa investor mempertanyakan pembentukan harga  pada saat pra penutupan BEBS hingga bisa menyentuh ARA. Pasalnya sepanjang perdagangan hari itu BEBS mengalami tekenan jual di level 290 dengan antrian 33,093 juta lot sedangkan antrian beli nihil.

Jadi jika harga bergerak ke level harga diatasnya maka terlebih dahulu antrian jual 33,093 juta lot habis terlebih dahulu sehingga penggerak harga BEBS paling tidak butuh dana Rp959,66  miliar untuk dapat mengangkat BEBS ke level 292.

Tranasaksi itu ganjil bagi investor ketika BEBS ditutup dilevel 340 atau naik 9,7% dengan nilai trasnaksi hanya Rp22,4 juta.

ARA ajaib ala BEBS,  modal Rp22,4 juta  bisa ARA, Antrian jual di level 290 sebanyak 33,093 juta lot diskip,” tulis salah satu investor dalam media sosialnya.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru