MEDIA EMITEN – T Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana akan menggelar pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal Rp 905 miliar atau paling banyak 10% dari modal disetor.
Dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa 7 Februari 2023, manajemen BBNI menjelaskan bahwa transaksi pembelian saham dilakukan melalui 1 anggota Bursa Efek Indonesia (BEI), baik secara bertahap maupun sekaligus, dan diselesaikan paling lambat 18 bulan sejak rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2022 yang dilaksanakan pada tahun 2023.
Alasan dilakukan buyback, tulis manajemen, untuk membantu mengimbangi tekanan jual di pasar saat IHSG sedang berfluktuasi. Fluktuasi di market dan tekanan jual ini diperkirakan masih terus berlanjut hingga semester I-2023.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sepanjang tahun 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cukup fluktuatif dipengaruhi kondisi geopolitik, harga komoditas, dan kebijakan moneter bank-bank sentral dunia dalam melakukan rate adjustment.
Namun seiring kinerja keuangan perseroan yang terus membaik, harga saham perseroan pada akhir 2022 tercatat sebesar Rp 9.225 atau meningkat 36,7% year on year (yoy).
Awal tahun 2023, IHSG sempat berfluktuasi, antara lain dipengaruhi sentimen The Fed yang masih mengisyaratkan lebih banyak kenaikan suku bunga, dampak geopolitik yang masih berlanjut, serta normalisasi kebijakan pandemi di Tiongkok yang menyebabkan foreign outflow ke market Tiongkok setelah 3 tahun lockdown.
Menurut manajemen BNI, buyback dan diselesaikan paling lambat 18 bulan sejak tanggal RUPST atau dalam periode 16 Maret 2023-15 September 2024.
Baca Juga:
Hikvision Hadirkan Guanlan Encoding, Teknologi AI yang Pangkas Biaya Penyimpanan Video hingga 50%
“Perseroan akan menunjuk 1 perusahaan efek untuk melakukan buyback,” jelas manajemen.







