Awal Tahun 2023 IHSG Ditutup Menguat Tipis, Asing Masih Net Sell

- Pewarta

Senin, 2 Januari 2023 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa Efek Indonesia/Dok

Foto ilustrasi: Bursa Efek Indonesia/Dok

MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal tahun 2023, ditutup menguat tipis 0,36 poin atau 0,01% menjadi 6.850,98 ada perdagangan Senin 2 Januari 2023.

Sementara itu, investor asing masih terus melakukan aksi jual dengan mencatatkan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 299,04 miliar di semua pasar dan Rp 298,23 miliar di pasar reguler.

Sentimen positif dari terkendalinya inflasi di Indonesia belum mampu mendorong IHSG. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Desember 2022 mencapai 0,66% dibanding bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Dengan inflasi 0,66 (mtm) pada bulan lalu, inflasi sepanjang 2022 mencapai 5,51%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, PMI Manufaktur Indonesia pada Desember 2022 tercatat pada level 50,9 sedangkan pada sebelumnya ada di level 50,3 yang artinya pertumbuhan industri manufaktur Indonesia mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Dibuka menguat, IHSG mayoritas bergerak di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG terus bergerak di zona merah namun kembali ke zona hijau jelang penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor terkoreksi dimana sektor kesehatan turun paling dalam yaitu minus 1,69%, diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen non primer masing-masing minus 0,17% dan minus 0,14%.

Sedangkan sektor meningkat antara lain sektor barang konsumen primer naik paling tinggi yaitu 0,59%, diikuti sektor teknologi dan sektor perindustrian masing-masing 0,31% dan 0,2%.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu ITMG, RDTX, MKPI, BYAN, dan MREI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni TFAS, UNTR, ADRO, MIKA, dan PRDA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 926.975 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,75 miliar lembar saham senilai Rp5,53 triliun. Sebanyak 292 saham naik, 244 saham menurun, dan 167 tidak bergerak nilainya.

Dari regional Asia, bursa saham kawasan masih tutup karena libur tahun baru.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru