MEDIA EMITEN – Ketidakpastian ekonomi global membuat investor melakukan aksi profit taking (ambil untung) yang akhirnya menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa 8 November 2022. IHSG ditutup melemah 52,27 poin atau 0,74% menjadi 7.050,13.
Turunnya sejumlah harga komoditas, salah satunya batubara, membuat sektor tersebut mengalami koreksi dalam. Sentimen positif dari dalam negeri seperti penguatan rupiah dan naiknya i Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2022 tak mampu menahan penurunan IHSG.
Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mencatat, IKK Oktober 2022 sebesar 120,3, lebih tinggi dibandingkan 117,2 pada bulan sebelumnya. Angka IKK secara konsisten tetap berada di zona optimis yakni di atas 100.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor terkoreksi dengan sektor barang baku turun paling dalam 1,62%, diikuti sektor infrastruktur dan sektor keuangan masing-masing turun 1,07% dan 0,83%.
Sedangkan tujuh sektor meningkat dengan sektor teknologi naik paling tinggi 1,29%, diikuti sektor perindustrian dan sektor kesehatan masing-masing naik 0,84% dan 0,54%.
Penurunan IHSG diiring oleh aksi jual asing yang membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 193,67 miliar di semua pasar, sedang di pasar reguler tercatat net sell sebesar Rp 189,03 miliar.
Beberapa saham yang mencatatkan net sell, yaitu saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 75,96 miliar, PT Sinarmas Multi Artha Tbk (SMMA) Rp 58,43 miliar, PT Indomegah Tambang Raya Tbk (ITMG) Rp 54,74 miliar, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp 40,14 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 25,21 miliar.
Baca Juga:
WALOVI Perluas Jangkauan di ASEAN, Gandeng Hong Xin Da untuk Perkuat Distribusi Produk di Singapura
Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan di Hong Kong, DFSK Percepat Ekspansi Global
Sebaliknya penjualan bersih (net buy) melanda beberapa saham berikut, yaitu saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 57,46 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 32,75 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 27,59 miliar, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) sebanyak Rp 18,32 miliar, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp 17,30 miliar.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BSBK, CBUT, OMED, KRYA, dan BNBR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni NANO, ELSA, DMAS, PBRX, dan SMGR.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.409.959 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,31 miliar lembar saham senilai Rp12,17 triliun. Sebanyak 235 saham naik, 276 saham menurun, dan 197 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 344,47 atau 1,25% ke 27.872,11 Indeks Hang Seng turun 38,6 atau 0,23% ke 16.557,31, Indeks Shanghai terkoreksi 13,33 poin atau 0,43% ke 3.064,49, dan Indeks Straits Times menguat 4,52 poin atau 0,14% ke 3.145,83.






