Bursa Wall Street Rontok, Terseret Saham Perawatan Kesehatan

- Pewarta

Kamis, 18 April 2019 - 01:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street sedikit lebih rendah pada penutupan perdagangan Kamis pagi (18/4/2019), karena penurunan saham-saham perawatan kesehatan menyeret pasar yang lebih luas.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 3,12 poin atau 0,01 persen, menjadi berakhir di 26.449,54 poin. Indeks S&P 500 turun 6,61 poin atau 0,23 persen, menjadi ditutup di 2.900,45 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 4,15 poin atau 0,05 persen, menjadi berakhir 7.996,08.

Sektor perawatan kesehatan S&P 500 ditutup 2,89 persen lebih rendah, menyusul penurunan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham raksasa perawatan kesehatan AS, UnitedHealth Group, turun 1,86 persen pada Rabu (17/4/2019) setelah merosot 4,01 persen pada sesi sebelumnya.

Saham Alexion Pharmaceuticals dan DaVita, juga nama-nama besar perawatan kesehatan, jatuh masing-masing sebesar 8,05 persen dan 7,72 persen.

Sektor perawatan kesehatan adalah salah satu di antara kelompok berkinerja terburuk tahun ini, karena seruan untuk harga obat yang lebih rendah dan perdebatan tentang rencana perawatan medis di Amerika Serikat telah membebani sektor ini, para ahli mencatat.

Saham Qualcomm melonjak 12,25 persen menyusul lonjakan 23,21 persen pada sesi sebelumnya, dipicu oleh berita bahwa perusahaan dan Apple telah menyelesaikan gugatan tentang perselisihan royalti. Saham Apple juga ditutup 1,95 persen lebih tinggi.

Wall Street juga mencerna sejumlah besar laporan laba perusahaan yang baru dirilis.

Morgan Stanley menghasilkan laba kuartal pertama 1,39 dolar AS per saham, menurut laporan bank tersebut pada Rabu (17/4/2019), mengalahkan perkiraan analis 1,17 dolar AS per saham yang disurvei oleh Refinitiv. Pendapatannya juga melampaui konsensus pasar. Saham Morgan Stanley naik 2,64 persen.

Saham PepsiCo meningkat 3,76 persen setelah perusahaan minuman AS itu memberikan laba kuartalan yang lebih kuat dari yang diperkirakan.

Dari perusahaan-perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangannya sejauh ini, sekitar 84,6 persen telah melampaui ekspektasi para analis, menurut CNBC, yang mengutip data FactSet. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru