Wall Street Lanjutkan Penurunan Dipicu Kekhawatiran Pertumbuhan Ekonomi Global

- Pewarta

Jumat, 8 Maret 2019 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Indeks-indeks utama Wall Street turun untuk hari keempat berturut-turut pada penutupan perdagangan Jumat pagi (8/3/2019), setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan akan menunda kenaikan suku bunga dan menawarkan putaran baru pinjaman murah kepada bank-bank, meningkatkan kekhawatiran baru tentang pertumbuhan ekonomi global.

Presiden ECB Mario Draghi mengatakan, “Kami (dalam) periode berlanjutnya pelemahan dan ketidakpastian” ketika ia mengumumkan pemotongan perkiraan pertumbuhan dan inflasi bank sentral.

“Di satu sisi, pembicaraan dovish bisa menjadi bullish. Di sisi lain, mungkin itu menunjukkan betapa lambatnya keadaan di sana,” kata CEO Horizon Investment Services, Chuck Carlson di Hammond, Indiana.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anda bertanya-tanya berapa lama AS bisa menjadi satu-satunya kuda penghela ekonomi global ini maju,” kata Carlson. “Berita tentang ECB jelas menunjukkan, mungkin Anda tidak akan mendapatkan banyak bantuan dari Eropa.”

Saham-saham telah terhenti setelah reli yang kuat memulai 2019 yang dipicu oleh optimisme atas kesepakatan perdagangan AS-China serta ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan kurang agresif pada suku bunga.

Indeks acuan S&P 500 telah naik 9,7 persen tahun ini, tetapi investor mengatakan tidak jelas apa yang akan mendorong langkah selanjutnya lebih tinggi untuk saham-saham.

“Lebih dari segalanya, kami telah naik dalam garis lurus selama delapan minggu dan perlu istirahat,” kata Kepala Investasi Greenwood Capital Walter Todd, di Greenwood, Carolina Selatan.

Pada Kamis (7/3), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 200,23 poin atau 0,78 persen, menjadi berakhir di 25.473,23 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 22,52 poin, atau 0,81 persen, menjadi ditutup pada 2.748,93 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 84,46 poin atau 1,13 persen, menjadi berakhir di 7.421,46 poin.

Dow Jones Transport Average yang diawasi ketat turun 1,0 persen, penurunan ke-10 berturut-turut dan penurunan beruntun terpanjang sejak Februari 2009. Indeks transportasi terseret oleh saham FedEx Corp yang jatuh 3,0 persen karena Citigroup Inc memangkas estimasi laba kuartalan dan target harga untuk perusahaan pengiriman paket tersebut.

S&P 500 ditutup di bawah rata-rata pergerakan (MA) 200-hari, level teknis yang diawasi ketat, untuk pertama kalinya dalam sekitar sebulan.

Consumer discretionary (kebutuhan sekunder konsumen) dan keuangan adalah sektor utama S&P 500 berkinerja terburuk. Utilitas, kelompok defensif, adalah satu-satunya sektor utama yang berada di wilayah positif.

Menambah nada pasar yang masam, saham Kroger Co anjlok 10,0 persen setelah penjual bahan makanan ini memproyeksikan laba tahunan di bawah perkiraan Wall Street.

Jumlah saham turun melebihi jumlah yang naik, di NYSE dengan rasio 2,43 banding 1; di Nasdaq dengan rasio 2,14 banding 1.

S&P 500 membukukan 18 tertinggi baru dalam 52-minggu dan enam terendah baru; Komposit Nasdaq mencatat 20 tertinggi baru dan 61 terendah baru.

Sekitar 7,8 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas 7,4 miliar rata-rata harian selama 20 sesi terakhir. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru