Bursa Saham Saudi Perkirakan 15-20 Miliar Dolar Masuk pada 2019

- Pewarta

Jumat, 1 Maret 2019 - 02:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Riyadh – Bursa saham Arab Saudi memperkirakan aliran masuk dana pasif sebesar 15 hingga 20 miliar dolar AS tahun ini ketika pihaknya bersiap untuk dimasukkan dalam acuan emerging market, kepala eksekutif bursa Saudi mengatakan kepada Reuters.

Tadawul, bursa saham utama Arab Saudi dan bursa terbesar di Timur Tengah, akan bergabung dengan indeks emerging market atau pasar berkembang FTSE Russell dan MSCI pada Maret dan Mei tahun ini, meningkatkan minat di antara para investor asing di pasar Saudi.

“Kami mengantisipasi dari dana-dana pasif 15-20 miliar dolar AS pada 2019, sisi yang aktif sangat sulit untuk diantisipasi,” kata Khalid al-Hussan dalam sebuah wawancara pada Kamis (28/2/2019).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investor asing telah menjadi pembeli bersih saham Saudi sejak awal tahun ini, setelah pasar dilanda penjualan besar-besaran pada akhir tahun 2018 menyusul berita pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di sebuah konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Sejak awal tahun ini, investor asing telah menanamkan lebih dari 1,5 miliar dolar AS ke pasar Saudi dan indeks Saudi naik hampir delapan persen, mengungguli negara-negara Teluk lainnya.

Hussan mengatakan, dia tidak khawatir bahwa aliran dana asing akan menyebabkan kelebihan likuiditas, karena aliran-aliran akan bertahap.

“Selama sejarah inklusi Anda tidak dapat menghindari beberapa volatilitas (tetapi) tahapan akan membantu mengurangi banyak dampak dari volatilitas ini,” katanya.

Bursa Saudi memiliki total kapitalisasi pasar sekitar 535 miliar dolar AS, dengan mengambang bebas sekitar 40 persen.

Banyak analis memperkirakan pencantuman indeks pasar emerging market akan mendorong lebih banyak perusahaan mencatatkan sahamnya di pasar.

Hussan mengatakan bahwa peraturan yang memungkinkan perusahaan dari negara-negara Teluk lain untuk tercatat di Tadawul diharapkan akan diselesaikan pada kuartal kedua, menambahkan ada minat yang bagus.

Dia juga mengatakan dia masih berkomitmen untuk pencatatan di bursa, tetapi penawaran umum perdana akan datang tahun ini.

“Kami akan melalui perubahan besar, jadi ini adalah saat yang tepat … kami memastikan kami menjual aset yang tepat pada waktu yang tepat kepada investor.” (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru