MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi13,40 poin atau 0,19% ke posisi 6.953,26 pada akhir perdagangan Kamis 31 Agustus 2023.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,67 poin atau 0,17% ke posisi 962,25.
Investor menunggu rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia periode Agustus 2023 pada Jumat 1 September 2023.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Inflasi IHK periode Agustus 2023 diperkirakan akan meningkat secara tahunan atau year on year (yoy), namun, secara bulanan atau month to month (mtm) diperkirakan akan melandai setelah kenaikan yang cukup tinggi pada bulan lalu.
Dibuka menguat, IHSG kemudian bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat yaitu dipimpin sektor teknologi sebesar 0,74%, diikuti sektor keuangan yang naik sebesar 0,61%.
Sedangkan sektor terkoreksi dipimpin sektor kesehatan yang turun minus 1,68% , diikuti sektor infrastruktur 1,19%, dan sektor barang konsumen non primer 1,08%.
Baca Juga:
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu HOKI, GTBO, MOLI, MUTU dan TAYS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni OASA, MPXL, OMED, LMAX dan BABP.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.244.628 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,57 miliar lembar saham senilai Rp14,27 triliun. Sebanyak 190 saham naik, 335 saham menurun, dan 227 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia bervariasi antara lain, indeks Nikkei menguat 285,80 poin atau 0,88% ke 32.619,30 indeks Hang Seng melemah 100,79 poin atau 0,55% ke 18.382,06, indeks Shanghai melemah 17,26 poin atau 0,55% ke 3.119,88, dan indeks Strait Times menguat 13,08 atau 0,41% e 3.233,30.







